Teks Saja
Search

 
Morales Sebut Referendum Otonomi di Bolivia Tidak Konstitusional

05/05/2008

Evo Morales
Evo Morales
Penghitungan tidak resmi menunjukkan pemilih di Bolivia timur dengan selisih suara sangat besar telah menyetujui referendum menuntut otonomi lebih luas bagi keputusan regional, tetapi Presiden Bolivia Evo Morales menolak pemungutan suara itu dengan menyebutnya keliru sepenuhnya.

Dalam pidato nasional hari Minggu setelah tempat-tempat pemungutan suara ditutup, Morales menyebut pemungutan suara itu “tidak sah dan tidak konstitusional”. Katanya pelaksanaannya tidak sukses seperti di-inginkan para penyelenggaranya.  Dalam pidatonya Morales juga mengatakan dia bersedia membahas otonomi dengan para gubernur wilayah yang menginginkan hubungan lebih longgar dengan La Paz.

Polisi melaporkan puluhan orang luka-luka dalam bentrokan di tempat-tempat pemungutan suara. Media lokal melaporkan, seorang pria usia lanjut tewas sewaktui polisi menggunakan gas airmata untuk membubarkan bakuhantam antara para pendukung dan penentang referendum.

Para pendukung otonomi Santa Cruz menginginkan kendali lebih besar atas sumber daya alam dan pemerintahan wilayah itu.  Mereka juga ingin melindungi tanah-tanah pertanian dan peternakan besar dari rancangan redistribusi tanah Presiden Morales.

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
Bolivian State Votes for Autonomy
Bolivia's Wealthy Region Votes for Autonomy
Bolivia Autonomy Vote Seen as Threat to Stability
 
  Berita Utama
Obama di Paris untuk Bertemu dengan Presiden Perancis Nicholas Sarkozy

  Berita Lainnya
20 Luka-Luka di Thailand dalam Bentrokan Pendukung dan Penentang Pemerintah
Penulis Tibet di Beijing Ajukan Gugatan Hukum terhadap Pemerintah
Rice Himbau Pakistan agar Tingkatkan Usaha Perangi Militan Taliban
Ki-moon Tunjuk Navanethem Pillay Jadi Komisaris Tinggi Hak Azasi Manusia
Sekjen PBB Gusar atas Rencana Israel Bangun Permukiman di Tepi Barat
John McCain akan Bertemu Dalai Lama di Colorado
Omar al-Bashir Lukiskan Dirinya Sebagai Sosok Cinta Damai
Aghazadeh Harapkan Perundingan Nuklir Dimulai Berdasarkan Usul Iran