Teks Saja
Search

PBB Rencanakan KTT Darurat di Asia Bahas Masalah Birma

15/05/2008

Britain's Prime Minister Gordon Brown is pictured during his monthly press conference at Downing Street, in central London, 15 May 2008
Gordon Brown
PM Inggris Gordon Brown mengatakan PBB sedang merencanakan sebuah KTT darurat di Asia untuk membahas krisis kemanusiaan yang semakin meningkat di Birma yang ditimbulkan oleh Badai Nargis.

PM Brown mengatakan kepada para wartawan hari Kamis di London bahwa Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon merencanakan bertemu dengan negara-negara donor dan anggota-anggota ASEAN, termasuk Birma.

Seorang pejabat PBB menguatkan hari Kamis bahwa Sekjen PBB Ban Ki-moon telah mengusulkan pertemuan itu kepada negara-negara Asia. ASEAN diperkirakan akan membahas masalah Birma hari Senin di Singapura.

Para pejabat juga mengumumkan kepala urusan kemanusiaan PBB, John Holmes, menunggu memperoleh persetujuan untuk mengunjungi Birma. Mereka mengatakan Holmes ingin mengunjungi daerah delta Irrawaddy, kawasan yang paling parah terkena badai itu.

Media pemerintah Birma hari ini memberitakan angka korban akibat badai itu menjadi lebih dari 43.000. Para pejabat mengatakan angka korban dapat meningkat sampai lebih dari 100 ribu orang karena kelaparan dan penyakit.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
Konstitusi Birma Disetujui Rakyat dalam Referendum
Ban Kirim John Holmes ke Birma untuk Atasi Krisis Badai Nargis
Korban Tewas Topan Birma Bisa Capai 100 Ribu Orang
 
  Berita Utama
Bom Bunuh Diri di Pabrik Senjata Pakistan Tewaskan 64 Orang

  Berita Lainnya
Jenderal Rusia: Penarikan Pasukan dari Georgia Makan Waktu 10 Hari
McCain, Obama Sepakat Selenggarakan Tiga Kali Perdebatan
Ekonomi Amerika Diperkirakan Akan Melamban
Harga Minyak Melonjak Tajam Akibat Ketegangan Moskow-Washington
Rice Berada di Baghdad dalam Kunjungan yang Tidak Diumumkan
Medvedev Menelpon Olmert untuk Redakan Ketegangan Kedua Negara
3 Tentara NATO Tewas dalam Ledakan Bom di Afghanistan
Filipina Batalkan Perjanjian Perdamaian dengan Pemberontak Muslim