Teks Saja
Search

Barack Obama Bertemu Para Komandan Militer AS di Afghanistan

19/07/2008

Barack Obama (3R) poses with US ambassador in Afghanistan, William Wood (L), Senator from Nebraska Chuck Hagel (2L), and several military members at the Bagram Air Base, Afghanstan, 19 July 2008
Sen. Barack Obama di Pangkalan Udara Bagram, Afghanistan, 19 Juli 2008
Calon presiden belum resmi dari Partai Demokrat, Barack Obama, telah bertemu dengan para komandan militer Amerika di Afghanistan, pada awal lawatan ke luar negeri guna meningkatkan kredensinya di bidang kebijakan luar negeri.

Obama mengunjungi Pangkalan Angkatan Udara Bagram di Afghanistan timur hari Sabtu, sebagai bagian dari delegasi Kongres yang mencakup dua senator Amerika lain, yaitu, Senator Chuck Hagel dari partai Republik Nebraska, dan Senator Jack Reed dari partai Demokrat Rhode Island. Militer Amerika mengatakan, para komandan tadi memberi taklimat kepada delegasi sekitar perang di Afghanistan.

Para pejabat Afghanistan mengatakan dalam kunjungan itu Barack Obama juga akan menemui Presiden Hamid.

Selanjutnya Obama diduga juga akan melawat ke Irak. Sebelum melakukan kunjungannya, Obama mengatakan kepada para wartawan bahwa ia ingin berbicara dengan para komandan di kedua zona perang itu untuk mengetahui pandangan mereka.

Obama menganjurkan penarikan tentara Amerika dari Irak, dan menambah kehadiran militer di Afganistan, yang dikatakannya lebih penting dalam memerangi terorisme.

Dalam pidato radio hari Sabtu , calon presiden belum resmi dari Partai Republik, John McCain mengritik Obama karena berbicara tentang kebijakan perang sebelum meninjau keadaan di Irak dan Afghanistan.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
Obama Tiba di Kabul untuk Bertemu Hamid Karzai
Rencana Obama Melawat ke Irak, Afghanistan Dapat Reaksi Beragam
Presidential Hopeful Barack Obama Meets Military Leaders in Afghanistan
Obama Seeks to Bolster Foreign Policy Credentials With Overseas Trip
Obama's Overseas Trip Draws Praise, Criticism from McCain
 
  Berita Utama

  Berita Lainnya