Majelis Senat Amerika telah
menyetujui rancangan yang sama sekali melarang impor batu permata dari Birma ke
Amerika Serikat.
Rancangan itu bertujuan untuk
menjaga agar semua permata Birma, termasuk rubies dan jade, tidak memasuki Amerika
melalui negara ketiga, yang menutup lubang impor sebelumnya.
Rancangan itu juga membuat para
pejabat militer yang berkuasa di Birma
dan keluarga mereka tidak boleh mendapat visa ke Amerika Serikat. Birma adalah salah satu produsen utama jade
dan batu permata lain, serta sumber
hingga 90 persen rubies dunia.
Lelang permata adalah sumber utama pemasukan pemerintah
militer Birma.
Rancangan tersebut diberi nama
mendiang aggota Kongres dari Kalifornia
Tom Lantos, seorang pembela hak azasi
yang kuat yang meninggal dunia akibat kanker bulan Februari. Dewan Perwakilan Rakyat Amerika menyetujui
rancangan itu dengan suara bulat pekan
lalu. Rancangan itu sekarang diiajukan
kepada Presiden Bush untuk ditanda-tangani menjadi undang-undang.