Teks Saja
Search

NATO Sepakat Serang Langsung Perdagangan Narkotika di Afghanistan

10/10/2008

U.S. Army Maj. Gen. Jason Kamiya, foreground right, arrives at a military base in Paktika province, eastern Afghanistan

Mentri-mentri pertahanan Organisasi Pertahanan Atlantik Utara, NATO, telah sepakat hari ini untuk menggunakan tentara NATO di Afghanistan untuk menyerang langsung perdagangan narkotika yang marak di negara itu.

Pada pertemuan mereka di Budapest, Hungaria, para mentri itu mengadopsi proposal Amerika untuk menggunakan 50 ribu tentara NATO di Afghanistan untuk memerangi fasilitas narkoba di sana. Langkah ini membutuhkan persetujuan semua negara anggota sebelum tentaranya dapat ditempatkan.

Mandat operasi anti narkoba itu didukung Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates. Para pemantau mengatakan Taliban dan sekutu al Qaeda meraup sampai 80 juta dolar per tahun dari perdagangan gelap opium di Afghanistan.

Beberapa sekutu penting NATO seperti Jerman, telah menyatakan keberatan mengenai penggunaan tentara NATO untuk memerangi perdagangan narkoba, dengan mengatakan, upaya itu seharusnya dilakukan tentara Afghanistan sendiri. Mentri pertahanan Afghanistan mendesak semua anggota NATO yang memiliki tentara di Afghanistan agar bergabung dengan upaya anti narkoba itu.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
AS Minta Eropa Timur Kirim Lebih Banyak Pasukan ke Afghanistan
NATO Joins Drug War in Afghanistan
Suicide Bomber Kills Afghan Intelligence Official
NATO General Secretary Wants More Troops For Afghanistan
 
  Berita Utama
Ribuan Warga Shiah Pendukung Al-Sadr Protes Pakta Keamanan AS-Irak

  Berita Lainnya
Gates Ingin Penambahan Pasukan di Afghanistan Sebelum Pemilu 2009
Ledakan Bom di Acara Pemakaman Ulama Shiah Tewaskan  20 di Pakistan
Tony Blair Desak Israel Segera Buka Blokade Atas Gaza
Presiden Bush Tiba di Lima, Peru untuk Hadiri Konferensi Tahunan APEC
Pemerintah Jerman Larang Siaran TV Satelit Al-Manar
Obama Bakal Calonkan Hilary Clinton untuk Menjadi Menteri Luar Negeri
Rice Bertemu Putra Gadhafi dan Desak Pembebasan Seorang Kritikus Politik
Kanada Serukan Pengampunan 2 Warganya yang Hadapi Hukuman Mati di Arab