Wakil
presiden Amerika, Joe Biden telah berbicara melalui telepon dengan para pejabat
Irak mengenai perlunya parlemen Irak meloloskan undang-undang Pemilu.
Jurubicara
Biden mengatakan wakil presiden hari Minggu berbicara melalui telepon dengan
presiden Kurdistan kawasan otonomi di Irak Utara, Massoud Barzani, dan kemudian
berbicara dengan ketua parlemen Ayad al-Samarrai'e. Biden
mendesak mereka untuk melakukan apa yang perlu untuk menjamin pemilu tepat
waktu.
Kebuntuan
mengenai panduan pemilihan umum untuk wilayah Kirkuk telah menganggu jadwal
pemilihan umum nasional pada 16 Januari. Propinsi kaya minyak itu dihuni
beragam suku, termasuk suku Kurdi, Arab dan Turmen.
Parlemen
Irak bersidang hari Senin namun lagi-lagi menunda pemungutan suara tentang undang-undang
pemilu. Para
pejabat Irak memperingatkan pemilihan parlemen bisa tertunda jika undang-undang
pemilu tidak segera di setujui.
Kirim komentar anda tentang artikel ini sehingga kami dapat pajang komentarnya di website VOA. catatan: kami tidak akan pasang e-mail anda.
Dengan menggunakan applikasi ini anda setuju bahwa:
Semua komentar akan diperiksa dahulu sebelum dipasang Catatan - tidak semua komentar dapat dipasang VOA has the right to use your comments worldwide in any VOA produced media. Terms & Conditions.