VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

02 November 2009 

Hari ini di VOA:

Berita dalam 45 Bahasa
Ketua IAEA: Iran Harus Segera Tanggapi Usul Pengayaan Uranium

02/11/2009

International Atomic Energy Agency (IAEA) Director General Mohamed ElBaradei (file photo)
Mohamed ElBaradei
Iran meminta lebih banyak perundingan mengenai kesepakatan pengayaan uraniumnya di luar negeri, sementara negara-negara kuat dunia menuntut agar Iran segera memberi jawaban atas usul yang didukung PBB itu.

Wakil Iran pada Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Ali Asghar Soltanieh hari Senin mengatakan Iran minta perundingan lanjutan di Wina, kota tempat rancangan itu disusun dua minggu lalu.

Pada waktu itu, Ketua IAEA Mohamed ElBaradei memberi batas waktu bagi pihak-pihak yang terlibat dalam perundingan itu untuk menyetujui kesepakatan menjelang tanggal 23 Oktober. Hanya Iran yang belum memberi tanggapan.

Elbaradai didepan Sidang Umum PBB hari Senin mendesak Iran supaya memberi jawaban segera.Jika Iran mengirim sebagian besar uranium yang sudah diperkaya miliknya, maka kemampuan negara itu membuat senjata nuklir bisa digagalkan.

Sebelumnya, menteri luar negeri Iran Manouchehr Mottaki mengatakan negaranya telah meminta IAEA agar membentuk sebuah komisi teknis untuk mengevaluasi proposal pengiriman uranium kadar rendah Iran ke Rusia. Setelah diperkaya, uranian tersebut akan dikirim kembali ke Iran sebagai bahan bakar sebuah reaktor penelitian di Teheran.

 



Komentar:

Jadi yang pertama mengisi komentar artikel ini
 
Kirim komentar anda

Kirim komentar anda tentang artikel ini sehingga kami dapat pajang komentarnya di website VOA. catatan: kami tidak akan pasang e-mail anda.












 
Dengan menggunakan applikasi ini anda setuju bahwa: Semua komentar akan diperiksa dahulu sebelum dipasang Catatan - tidak semua komentar dapat dipasang VOA has the right to use your comments worldwide in any VOA produced media. Terms & Conditions.
E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
Comment on This Article Isi komentar
  Berita Utama

  Berita Lainnya