VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

03 November 2009 

Hari ini di VOA:

Berita dalam 45 Bahasa
Ayatollah Khamenei Katakan Tak Akan Tertipu oleh Amerika

03/11/2009

Ayatollah Ali Khamenei in Mashhad, 21 Mar 2009
Ayatollah Ali Khamenei
Pemimpin agung Iran mengatakan ia tidak akan tertipu oleh pernyataan Amerika yang mendukung rekonsiliasi antara kedua negara.

Berbicara kepada massa mahasiswa Iran hari Selasa, Ayatollah Ali Khamenei menuduh Amerika menawarkan negosiasi tetapi kemudian mengeluarkan ancaman ketika negosiasi tidak membuahkan hasil seperti yang diinginkan Amerika.

Presiden Amerika Barack Obama mendukung lebih banyak pembicaraan langsung dengan Iran. Tetapi pemerintahannya, bersama negara-negara kuat dunia, juga menekan Iran untuk mengendorkan kekhawatiran terhadap program nuklirnya melalui pengayaan uranium tingkat rendahnya di luar negeri.

Iran belum secara resmi menjawab proposal pengayaan uranium yang didukung PBB itu, yang dibuat dua minggu lalu di Wina. Pemimpin agung Iran memiliki kata akhir tentang masalah-masalah kenegaraan demikian.

Dalam berita terkait hari Selasa, kelompok oposisi Iran di pengasingan, Mojahedin Rakyat" (atau juga dikenal sebagai Mojahedin-e Khalq), menuduh Iran membangun laboratorium nuklir rahasia di timur Teheran.




Komentar:

Jadi yang pertama mengisi komentar artikel ini
 
Kirim komentar anda

Kirim komentar anda tentang artikel ini sehingga kami dapat pajang komentarnya di website VOA. catatan: kami tidak akan pasang e-mail anda.












 
Dengan menggunakan applikasi ini anda setuju bahwa: Semua komentar akan diperiksa dahulu sebelum dipasang Catatan - tidak semua komentar dapat dipasang VOA has the right to use your comments worldwide in any VOA produced media. Terms & Conditions.
E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
Comment on This Article Isi komentar
  Berita Terkait
Ketua IAEA: Iran Harus Segera Tanggapi Usul Pengayaan Uranium
Anggota Parlemen Iran Tolak Perjanjian Nuklir
 
  Berita Utama

  Berita Lainnya