Sebuah organisasi hak
penduduk asli yang bekerja di Venezuela mengatakan virus flu H1N1, yang
biasanya disebut flu babi, telah mencul di kalangan suku Yanomani Indian dan
ducirigai telah membunuh 7 orang.
Organisasi yang berbasis di
London itu, Survival International, melaporkan korban jiwa itu hari Rabu,
dengan mengatakan 1000 lagi suku Yanomani kabarnya telah terinfeksi jenis flu
tersebut.
Survival International juga
mengatakan bahwa pemerintah telah menutup daerah itu dan mengirim tim-tim medis
untuk membantu suku tersebut, yang terletak di sebuah pojok Amazon yang melintasi Brazil dan Venezuela. Daerah suku
Yanomani berpenduduk kira-kira 32 ribu orang.
Kantor berita Perancis mengutip
Presiden Venezuela Hugo Chavez mengatakan hari Selasa bahwa flu tersebut telah
menyerang dengan keras penduduk asli di Venezuela, tetapi keadaannya dapat
dikuasai.
Kirim komentar anda tentang artikel ini sehingga kami dapat pajang komentarnya di website VOA. catatan: kami tidak akan pasang e-mail anda.
Dengan menggunakan applikasi ini anda setuju bahwa:
Semua komentar akan diperiksa dahulu sebelum dipasang Catatan - tidak semua komentar dapat dipasang VOA has the right to use your comments worldwide in any VOA produced media. Terms & Conditions.