VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

05 November 2009 

Hari ini di VOA:

Berita dalam 45 Bahasa
Dua Pejabat Indonesia Mundur dalam Skandal Penyadapan Telepon

05/11/2009

Indonesian students shout slogans during a demonstration against police arrests of two deputies at Corruption Eradication Commission in Jakarta, Indonesia, 02 Nov 2009
Demo mendukung KPK di Jakarta, Indonesia, 2 Nov 2009
Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan memerangi korupsi dalam sistem peradilan negara itu adalah prioritas utama dalam 100 hari masa jabatan keduanya.

Berbicara setelah sidang kabinet di Jakarta Kamis ini, presiden mengatakan pemerintahannya akan berusaha memperkuat penegakan hukum dan memerangi pemerasan, korupsi dan penyelewengan lain di pengadilan, kepolisian dan departemen pemerintah. Dia tidak menyebut langkah-langkah apa yang akan diambil.

Yudhoyono berbicara setelah dua pejabat tinggi penegak hukum Indonesia mengundurkan diri hari Kamis setelah dituduh terlibat dalam rencana untuk merongrong badan anti korupsi Indonesia.

Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga dan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji, mengundurkan diri setelah nama mereka disebut-sebut dalam penyadapan telepon pekan ini yang mengungkapkan rencana tersebut.

Rekaman itu menimbulkan protes di berbagai penjuru Indonesia setelah ditayangkan televisi sebelumnya minggu ini.




Komentar:

1. indonesia menuju kejaman Nabi2

saya setuju aplikasi ini dimuat
Dikirim oleh: achmad (indonesia)
11-23-2009 - 15:04:05

2. indonesia menuju kejaman Nabi2

saya setuju aplikasi ini dipasang
Dikirim oleh: achmad (indonesia)
11-23-2009 - 15:02:37

3. indonesia menuju kejaman Nabi2

Sekarang ini di Indonesia:akibat Demokrasi terjadilah Hukum Proletar dimana Rakyat yang menentukan bersalahnya seseorang atau lebih contohnya kasus bibit chandra dimana saya ambil contoh dalam pertandingan Bola Wasit(penegak hukum) akan mengeluarkan kartu merah,tapi penonton turun kelapangan dan wasit takut memvonis Bibit,Chandra apalagi diprovokatori oleh Adnan buyung cs suasana tambah ramai lagi apa sebaiknya bubarkan saja Polisi dan Kejaksaan soalnya akan terjadi lagi kasus2 seperti ini lagi dimana Penonton turun kelapangan bola.... ha ha ha
Dikirim oleh: achmad (indonesia)
11-23-2009 - 15:00:25

4. Tunggu saja hasil akhirnya.

Dari sekian nama yang disebut-sebut terlibat saya yakin ada yang tidak jujur, tapi siapa ? dan kemana harus mengadu ?, tunggu sajalah beliau-beliau yang berwenang menyelesaikannya.
Dikirim oleh: riyant waspada (indonesia)
11-11-2009 - 14:21:24

 
Kirim komentar anda

Kirim komentar anda tentang artikel ini sehingga kami dapat pajang komentarnya di website VOA. catatan: kami tidak akan pasang e-mail anda.












 
Dengan menggunakan applikasi ini anda setuju bahwa: Semua komentar akan diperiksa dahulu sebelum dipasang Catatan - tidak semua komentar dapat dipasang VOA has the right to use your comments worldwide in any VOA produced media. Terms & Conditions.
E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
Comment on This Article Isi komentar
  Berita Utama

  Berita Lainnya