Obama Peringatkan agar Tak Buru-Buru Ambil Kesimpulan Atas Tragedi di Fort Hood
07/11/2009
Mayor Nidal Malik Hasan
Presiden
Amerika Barack Obama mengatakan seluruh rakyat Amerika berduka dengan tewasnya
13 orang ditembak seorang pria bersenjata hari Kamis di basis militer negara
bagian Texas. Namun, hari Jumat ini ia berhati-hati untuk tidak terburu-buru
menyimpulkan alasan yang mendorong Mayor Nidal Malik Hasan melepaskan tembakan
membabi-buta yang mencederai 30 orang lebih.
Pejabat-pejabat
di Fort Hood mengatakan Hasan memulai tembakan senjata genggam ke arah
tentara-tentara dan warga sipil di sebuah gedung di basis itu.
Hasan
saat ini masih dalam kondisi stabil setelah ditembak empat kali oleh petugas
polisi yang berada di tempat peristiwa.
Pejabat-pejabat
Fort Hood mengatakan Hasan adalah seorang psikiater angkatan darat Amerika yang
bekerja di rumah sakit militer menangani anggota tentara yang mengalami masalah
perilaku. Dari beberapa laporan dikatakan ia direncanakan akan dikirim ke Irak
atau Afghanistan.
Komandan
rumah sakit Fort Hood Kolonel Steve Braverman mengatakan sebelumnya ia pernah
bekerja dengan Hasan, dan berdasarkan sepengetahuan Braverman, ia tidak
memiliki masalah dalam pekerjaan di Fort Hood.
Pejabat-pejabat
di pangkalan militer memuji petugas polisi wanita yang berhasil menghentikan
tembakan membabi-buta di Fort Hood. Juru bicara Kolonel John Rossi mengatakan
kepada wartawan, Kimberly Munley berhadapan langsung dan saling baku tembak
dengan Hasan. Munley cedera dalam baku tembak itu masih dalam perawatan di
rumah sakit.
Kirim komentar anda tentang artikel ini sehingga kami dapat pajang komentarnya di website VOA. catatan: kami tidak akan pasang e-mail anda.
Dengan menggunakan applikasi ini anda setuju bahwa:
Semua komentar akan diperiksa dahulu sebelum dipasang Catatan - tidak semua komentar dapat dipasang VOA has the right to use your comments worldwide in any VOA produced media. Terms & Conditions.