AD AS Kirim Puluhan Tenaga Pertolongan Bagi Korban Penembakan di Texas
07/11/2009
Bendera Amerika berkibar setengah tiang di depan kantor "Army's III Corps" di Fort Hood, Texas.
Angkatan Darat Amerika mengirim puluhan
penasihat penderita trauma dan kesedihan yang mendalam serta rohaniawan militer
ke Fort Hood, Texas, setelah amukan penembakan hari Kamis yang menewaskan 13
orang dan 30 lainnya luka-luka.
Pihak berwajib mengatakan tertuduh, si
penembak, Mayor Malik Hassan, menembakkan senjata semi-otomatis dan sepucuk senjata lainnya terhadap tentara
dan warga sipil di dalam sebuah bangunan sebelum ia ditembak 4 kali oleh seorang polisi sipil.
Angkatan Darat tidak mau membicarakan
kemungkinan motif penembakan, tetapi Presiden Barack Obama dan pejabat lain
memperingatkan agar jangan terlalu cepat menarik kesimpulan, sementara
penyelidikan tengah berjalan.
Dalam pidato mingguannya hari ini, yang telah dimuat terlebih dahulu dalam situs internet Gedung
Putih, Presiden Obama menyebut insiden itu "sangat menyedihkan" dan "memuakkan"
dan ia memuji "keberanian, pengorbanan
pribadi, serta kesatuan tujuan"para tentara yang segera datang untuk menghentikan
pembunuhan dan menolong yang luka.
Obama telah memerintahkan agar
mengibarkan bendera setengah tiang di Gedung Putih dan gedung-gedung federal
lain sampai tanggal 11 November untuk menghormati yang gugur.
Upacara
mengheningkan cipta juga diadakan di Fort Hood dan di pangkalan militer lain
Amerika hari Jumat sebagai tanda penghormatan bagi para korban.
Sementara
itu, jenazah 13 orang yang tewas akan
diterbangkan ke Pangkalan Angkatan Udara Dover di Delaware, yang menerima
jenazah tentara Amerika yang tewas di medan tempur. Para pejabat mengatakan pemeriksaan jenazah akan
dilakukan disana.
Kirim komentar anda tentang artikel ini sehingga kami dapat pajang komentarnya di website VOA. catatan: kami tidak akan pasang e-mail anda.
Dengan menggunakan applikasi ini anda setuju bahwa:
Semua komentar akan diperiksa dahulu sebelum dipasang Catatan - tidak semua komentar dapat dipasang VOA has the right to use your comments worldwide in any VOA produced media. Terms & Conditions.