Jenderal AS Prihatin Kasus Penembakan oleh Tentara Muslim di Texas
08/11/2009
George Casey
Kepala staf angkatan darat Amerika,
jenderal George Casey prihatin bahwa spekulasi tentang agama Islam yang dianut
oleh tersangka pelaku pembunuhan di pangkalan militer di Texas akan
meningkatkan kebencian terhadap orang-orang Islam yang bertugas dalam angkatan
darat Amerika.
Kata jenderal Casey kepada jaringan
televisi CNN hari Minggu, adalah suatu hal yang sangat disayangkan apabila
keragaman yang terdapat dalam angkatan darat Amerika menjadi korban karena
insiden ini.
Tersangka penembakan yang menewaskan
13 orang dan melukai 30 lainnya itu adalah mayor angkatan darat Amerika Nidal Malik
Hassan, seorang dokter ilmu jiwa yang bertugas di rumah sakit tentara.
Hassan kemudian ditembak oleh seorang
polisi dan dilaporkan berada dalam keadaan stabil di rumah sakit tentara.
Presiden Barack Obama akan pergi ke Fort
Hood di Texas hari Selasa untuk menghadiri upacara pemakaman korban yang tewas
dalam penembakan itu.
Jgn jdkan agama si penembak utk membenci Islam, rakyat Amerika hrs belajar berpikiran terbuka dan realistis karena orang berbuat salah bisa dari agama manapun Dikirim oleh: Peny (Indonesia) 11-10-2009 - 06:59:17
2.
Jgn jdkan agama si penembak utk membenci Islam, rakyat Amerika hrs belajar berpikiran terbuka dan realistis karena orang berbuat salah bisa dari agama manapun Dikirim oleh: Peny (Indonesia) 11-10-2009 - 06:52:38
3. Korban
Jendral G.Casey apa tidak mikir? pasukan anda dan sekutu telah banyak membunuh kaum Muslim di negara2 yg mereka klaim sebagai sarang teroris/pembuat senjata kimia pemusnah, pikir itu!
berapa banyak janda2...yg ditinggal suaminya..karena ulah tentara AS & sekutunya...USA & Sekutunya anda sunguh Arogan... Dikirim oleh: Aries C. (Indonesia) 11-09-2009 - 07:28:55
Kirim komentar anda
Kirim komentar anda tentang artikel ini sehingga kami dapat pajang komentarnya di website VOA. catatan: kami tidak akan pasang e-mail anda.
Dengan menggunakan applikasi ini anda setuju bahwa:
Semua komentar akan diperiksa dahulu sebelum dipasang Catatan - tidak semua komentar dapat dipasang VOA has the right to use your comments worldwide in any VOA produced media. Terms & Conditions.