Undang-undang pemilihan umum Irak
telah disahkan oleh DPR hari minggu oleh 141 dari 195 anggota yang hadir,
setelah berhasil mengatasi sengketa penting tentang bagaimana melaksanakan
pemilihan umum bulan Januari di kota Kirkuk, di bagian utara yang kaya minyak
dan penduduknya terdiri dari beragam suku.
Ketika perdebatan berlangsung,
dutabesar Amerika di Irak, Christopher Hill sibuk mengadakan diplomasi
bolak-balik antara faksi-faksi yang bersengketa supaya bisa dicapai kata
sepakat.
Presiden Amerika Barack Obama
menyambut baik pengesahan RUU itu dan menyebutnya suatu kemajuan penting kearah
tercapainya perdamaian yang langgeng di Irak. Kata Obama pemilihan umum itu
akan merintis penarikan pasukan tempur Amerika dari Irak menjelang bulan September
tahun depan.
Suku Kurdi yang tinggal di utara
sejak lama berusaha memasukkan kota kirkuk kedalam kawasan otonomi mereka, tapi
ditentang oleh banyak penduduk kota keturunan Arab dan Turkmen, yang lebih suka
tetap berada dibawah pemerintah pusat Irak di Baghdad.
Kirim komentar anda tentang artikel ini sehingga kami dapat pajang komentarnya di website VOA. catatan: kami tidak akan pasang e-mail anda.
Dengan menggunakan applikasi ini anda setuju bahwa:
Semua komentar akan diperiksa dahulu sebelum dipasang Catatan - tidak semua komentar dapat dipasang VOA has the right to use your comments worldwide in any VOA produced media. Terms & Conditions.