VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

09 November 2009 

Hari ini di VOA:

Berita dalam 45 Bahasa
Kanselir Jerman: Gorbachev Pencetus Runtuhnya Tembok Berlin

09/11/2009

Former Soviet leader Mikhail Gorbachev(L), German Chancellor Angela Merkel and former Polish President Lech Walesa in Berlin, 09 Nov 2009
Mikhail Gorbachev dan Angela Merkel di Berlin, 09 Nov 2009
Kanselir Jerman Angela Merkel hari Senin secara terbuka mengucapkan terima kasih kepada mantan presiden Uni Sovyet, Mikhail Gorbachev karena perubahan-perubahan yang dilakukannya dua dasawarsa yang lalu menyebabkan runtuhnya Tembok Berlin.

Didampingi Gorbachev dan mantan presiden Polandia Lech Walesa, Merkel menyatakan penghargaannya itu pada peringatan 20 tahun runtuhnya Tembok Berlin.

"Anda yang memungkinkan ini terjadi," kata Kanselir Merkel ketika ia memperkenalkan Gorbachev di depan ratusan orang yang berkumpul di ujung jembatan Bornholmer.

Jembatan yang menghubungkan Berlin Timur dan Berlin Barat itu adalah perlintasan pertama yang dibuka pada 9 November 1989. Pembukaan tersebut mengarah pada reunifikasi Jerman dan menjadi tonggak sejarah penting runtuhnya komunisme di Eropa Timur.

Para pejabat memperkirakan 100 ribu orang akan hadir dalam acara "Festival Kebebasan" yang berlangsung Senin ini.




Komentar:

Jadi yang pertama mengisi komentar artikel ini
 
Kirim komentar anda

Kirim komentar anda tentang artikel ini sehingga kami dapat pajang komentarnya di website VOA. catatan: kami tidak akan pasang e-mail anda.












 
Dengan menggunakan applikasi ini anda setuju bahwa: Semua komentar akan diperiksa dahulu sebelum dipasang Catatan - tidak semua komentar dapat dipasang VOA has the right to use your comments worldwide in any VOA produced media. Terms & Conditions.
E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
Comment on This Article Isi komentar
  Berita Terkait
Jerman Rayakan Jatuhnya Tembok Berlin
Hillary Clinton: Mari Kita Robohkan Tembok Terorisme dan Penindasan Abad ke 21
 
  Berita Utama

  Berita Lainnya