VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

10 November 2009 

Hari ini di VOA:

Berita dalam 45 Bahasa
Suu Kyi Ucapkan Terima Kasih kepada Junta Militer Birma

10/11/2009

Burma's detained opposition leader Aung San Suu Kyi (r) walks with US Assistant Secretary of State Kurt Campbell after their meeting at the Inya Lake Hotel, in Rangoon, Burma, 04 Nov 2009
Aung San Suu Kyi saat menerima Asisten Menlu AS, Kurt Campbell di Rangoon, 4 Nov 2009
Seorang pengacara pemimpin oposisi Birma Aung San Suu Kyi yang ditahan mengatakan Suu Kyi berterima kasih kepada pemerintah militer Birma karena mengizinkannya bertemu dengan para pejabat Amerika minggu lalu. 

Aung Suu Kyi sangat jarang berkomentar positif tentang pemerintah militer yang telah menahannya selama 14 tahun dari 20 tahun terakhir.

Pengacaranya, Nyan Win, mengatakan Suu Kyi berterima kasih kepada pemerintahan militer karena membolehkannya bertemu dengan seorang pejabat tinggi Amerika, Kurt Campbell di Rangoon, Rabu lalu. Nyan Win mengatakan hal ini hari Senin setelah bertemu dengan Aung San Suu Kyi.

Ia mengatakan Suu Kyi menyatakan puas dengan hasil pertemuannya dengan Campbell dan ingin bekerjasama dengan pejabat Amerika itu untuk membawa reformasi demokratis ke Birma.

Nyanwin menambahkan pemimpin oposisi itu juga telah memutuskan akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung terhadap hukuman yang dijatuhkan kepadanya bulan Agustus atas tuduhan melanggar aturan tahanan rumah.



Komentar:

Jadi yang pertama mengisi komentar artikel ini
 
Kirim komentar anda

Kirim komentar anda tentang artikel ini sehingga kami dapat pajang komentarnya di website VOA. catatan: kami tidak akan pasang e-mail anda.












 
Dengan menggunakan applikasi ini anda setuju bahwa: Semua komentar akan diperiksa dahulu sebelum dipasang Catatan - tidak semua komentar dapat dipasang VOA has the right to use your comments worldwide in any VOA produced media. Terms & Conditions.
E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
Comment on This Article Isi komentar
  Berita Utama

  Berita Lainnya