VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

15 November 2009 

Hari ini di VOA:

Berita dalam 45 Bahasa
Penjara di Illinois Berpotensi Tampung Tahanan Guantanamo

15/11/2009

US soldier in guard tower over looking military-run Camp Delta prison in Guantanamo Bay US Naval Base, June 27, 2006 
Tahanan penjara Teluk Guantanamo
Sejumlah pejabat pemerintahan Obama mengatakan sebuah penjara yang hampir kosong di negara bagian Illinois mungkin dapat menampung tahanan penjara Teluk Guantanamo bersama-sama tahanan federal lain.

Mereka mengatakan Sabtu malam bahwa lembaga pemasyarakatan Thomson dengan tingkat keamanan maksimum, yang berlokasi 220 kilometer di sebelah barat Chicago, menjadi pilihan utama untuk dibeli pemerintah federal. Pemerintah lalu bisa memindahkan para tersangka teroris ke penjara dengan sel berjumlah 1.600 itu.

Mereka tidak mengatakan berapa banyak atau kapan tahanan Teluk Guantanamo bisa dipindahkan ke Illinois.

Gubernur Illinois Pat Quinn akan mengadakan jumpa pers hari Minggu. Pihak berwenang lokal mengatakan penggunaan penjara itu oleh pihak federal akan menciptakan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan.

Banyak politisi partai Republik di negara bagian itu, termasuk anggota Kongres Mark Kirk yang sedang berkampanye untuk mendapat kursi senat bekas Obama dulu, menentang ide itu. Ia mengatakan membawa tersangka teroris ke Illinois akan membuat negara bagian itu "pusat" perencanaan dan rekruitmen para teroris yang berjihad.


Komentar:

Jadi yang pertama mengisi komentar artikel ini
 
Kirim komentar anda

Kirim komentar anda tentang artikel ini sehingga kami dapat pajang komentarnya di website VOA. catatan: kami tidak akan pasang e-mail anda.












 
Dengan menggunakan applikasi ini anda setuju bahwa: Semua komentar akan diperiksa dahulu sebelum dipasang Catatan - tidak semua komentar dapat dipasang VOA has the right to use your comments worldwide in any VOA produced media. Terms & Conditions.
E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
Comment on This Article Isi komentar
  Berita Utama

  Berita Lainnya