VOANews.com

Bahasa Indonesia ▪ Indonesian Sumber Informasi Terpercaya sejak 1942

17 November 2009 

Hari ini di VOA:

Berita dalam 45 Bahasa
IAEA Minta Iran Beri Informasi Detil Fasilitas Nuklirnya

16/11/2009

Iran's Amb. to the IAEA, Ali Asghar Soltanieh (L) speaks to the media after nuclear talks in Vienna, 21 Oct 2009
Jubir nuklir Iran, Ali Asghar Soltanieh
Badan Energi Atom Internasional IAEA mengatakan Iran harus memberi informasi lebih lanjut mengenai reaktor nuklir di dekat kota Qom, yang dikunjungi para inspektur PBB bulan lalu setelah Iran mengungkapkan keberadaan fasilitas tersebut.

Laporan IAEA yang di lansir berbagai kantor berita hari Senin mengatakan bahwa pembangunan reaktor itu sudah dimulai sejak tahun 2002.

Iran menolak laporan itu dengan mengatakan pembangunan baru dimulai tahun 2007. Namun IAEA mengatakan fakta bahwa Iran baru mengumumkan reaktor tersebut bulan September tidak konsisten dengan kewajiban internasional Iran.

IAEA menambahkan fasilitas nuklir yang bernama Fordow itu punya kapasitas sekitar 3000 buah sentrifugal untuk memperkaya uranium.

Uranium yang diperkaya bisa dijadikan bahan bakar untuk tujuan-tujuan sipil, atau senjata nuklir jika diperkaya lebih tinggi lagi.

Iran mengatakan program nuklirnya digunakan untuk membangkitkan listrik bukan untuk membuat senjata.

Hari Senin, menteri energi Rusia mengatakan pembangkit listrik tenaga nuklir yang dibangun Rusia di Iran belum akan bisa dioperasikan akhir tahun ini seperti yang diumumkan sebelumnya.



Komentar:

Jadi yang pertama mengisi komentar artikel ini
 
Kirim komentar anda

Kirim komentar anda tentang artikel ini sehingga kami dapat pajang komentarnya di website VOA. catatan: kami tidak akan pasang e-mail anda.












 
Dengan menggunakan applikasi ini anda setuju bahwa: Semua komentar akan diperiksa dahulu sebelum dipasang Catatan - tidak semua komentar dapat dipasang VOA has the right to use your comments worldwide in any VOA produced media. Terms & Conditions.
E-mail This Article E-mail artikel ini kepada teman
Print This Article Versi Cetak
Comment on This Article Isi komentar
  Berita Utama

  Berita Lainnya