Tampilan Standar

VOANews.com
News in 44 languages


 
Bantuan Kemanusiaan PBB Mulai Berdatangan di Afghanistan

30/09/2001

Bahan makanan dan persediaan lainnya mulai mengalir ke Afghanistan sementara Amerika mempersiapkan serangan balasan terhadap teroris. Sebuah konvoi yang terdiri dari 8 truk mengangkut 280 ton gandum dan meninggalkan kota Peshawar, di Pakistan menuju Kabul hari ini. Sebuah konvoi lain dari Program Pangan Dunia telah mengangkut 200 ton gandum meninggalkan Peshawar kemarin, dan direncanakan dua konvoi lagi dengan 200 ton bahan makanan masing-masing akan berangkat hari ini atau besok. Selain itu, sebuah konvoi yang terdiri dari 25 truk membawa pakaian musim dingin untuk anak-anak, suplemen pangan, obat-obatan serta selimut dan sedang menuju propinsi yang dikuasai kelompok oposisi – propinsi Badakshan di Barat Daya Afghanistan.

Sebelumnya diberitakan perlengkapan bantuan kemanusiaan pertama untuk Afghanistan sejak serangan teror terhadap Amerika Serikat telah diberangkatkan dari kota Peshawar, Pakistan baratlaut (29/9). Sebuah konvoi 25 buah truk yang mengangkut pakaian musim dingin anak-anak, bahan makanan pelengkap, obat-obatan dan selimut berangkat ke arah utara negara itu. Perlengkapan itu yang berasal dari Dana Kanak-Kanak PBB, akan dipindahkan ke punggung 4 ribu keledai yang akan menempuh perjalanan empat-hari melintasi kawasan bergunung-gunung ke Afghanistan. Tujuan akhir perlengkapan itu adalah penduduk di provinsi Badakhstan yang dikuasai oposisi di Afghanistan baratlaut. Sementara itu badan PBB lainnya UN World Food Program hari Jumat memulai angkutan darurat lewat udara dalam meng-antisipasi kedatangan lebih dari satu juta pengungsi yang lari menghindari kemungkinan serangan Amerika terhadap Afghanistan.

Berita Utama
Obama Bersiap-Siap Untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan Yang Pertama

Berita Lainnya
Pelosi Sampaikan Terimakasih Kepada India Karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-satunya Pilihan Korea Utara
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Menunda Pemilu Nasional
Obama Puji Hubungan AS-India Dan Akan Berkunjung Ke India Tahun Depan
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US