Teks Saja
Cari

 
Singapura Hadapi Krisis Rendahnya Tingkat Kelahiran Bayi

18/09/2005

singapore file 150.jpg
Singapura terus menghadapi sebuah krisis rendahnya tingkat kelahiran bayi. Departemen Statistik Singapura melaporkan hari ini bahwa tingkat kelahiran negara itu telah jatuh ke tingkat terendah untuk ke dua kalinya berturut-turut tahun ini.

Badan itu melaporkan bahwa para wanita di Singapura perlu untuk melahirkan lebih dari 2 bayi sepanjang masa hidup mereka guna menghindari merosotnya jumlah populasi di negara itu – sebuah tingkat kelahiran yang belum pernah terlihat lagi di negara itu sejak tahun 1976 lalu.

Tingkat kelahiran saat ini yang berada pada level di bawah 1.25 anak per wanita terus bertahan meskipun telah diluncurkan banyak insentif untuk mendorong peningkatan jumlah kelahiran.

Pemerintah telah berusaha untuk mendorong pasangan yang telah menikah untuk memiliki anak dengan memberikan potongan pajak, bonus uang tunai, serta tunjangan negara untuk perawatan anak. Namun, pemerintah mengatakan usaha-usaha itu tetap gagal untuk mencegah tingginya proporsi warga Singapura yang tetap melajang hingga umur 30-an.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Utama

  Berita Lainnya
3500 Pasukan AS dan Irak Perangi Pemberontak Dari Rumah ke Rumah di Husaybah
Bush Desak Negara-Negara Amerika Latin Tidak Menjauh Dari Demokrasi
400 Lebih Pakar Kesehatan Adakan Pembahasan Flu Burung di Jenewa
Partai Presiden Aliyev Menangkan Pemilu Azerbaijan
Perusuh di Perancis Bakar Ratusan Mobil, Polisi Tangkap 200 Orang
PBB Tak Akan Tinjau Kamp Guantanamo Jika Dilarang Berbicara Dengan Tahanan
Presiden Bush Lakukan Pembicaraan Dengan Presiden Lula di Brazil
Kelompok HAM Minta Pemerintah Iran Bebaskan Wartawan Akbar Ganji
India Buka Satu Pos Penyeberangan di Perbatasan Kashmir
Jepang Setuju Penghapusan 80 Persen Hutang Irak
Serangan Besar Koalisi di Irak Dikeluhkan Banyak Timbulkan Korban Sipil
Penyidik PBB Panggil Enam Pejabat Intelijen Syria Dalam Kasus Pembunuhan Hariri
Kerusuhan di Perancis Terus Berlanjut Masuki Hari ke-10
KTT Negara Negara Amerika di Argentina Gagal Capai Konsensus
Pasukan Koalisi Lancarkan Serangan Baru Terhadap Pemberontak Irak
Pembicaraan Dua Hari Jepang-Korea Utara Tidak Capai Kesepakatan
Cina Mobilisasi Tentaranya Untuk Waspadai Wabah Flu Burung
KTT Negara-Negara Amerika Masuki Hari Kedua di Argentina
Cina, Vietnam dan Jepang Melaporkan Perebakan Baru Flu Burung
Pesan dan Ucapan Hari Raya 
Pakistan Menunda Pembelian Pesawat Jet Tempur F-16 dari Amerika Serikat
Bush di Argentina untuk Bertemu Pimpinan Regional Menjelang KTT ke-4
6 Polisi Tewas dan 10 Lainnya Luka-Luka dalam Serangan Pemberontak di Sebelah Utara Baghdad
Palang Merah Internasional Ingin Tinjau Penjara Rahasia CIA
Amerika Larang Bantuan Militer Kepada Indonesia
Al-Qaida Irak Klaim Tembak Jatuh Helikopter Amerika
Amerika Akan Gali Minyak di Daerah Suaka Artik
Dominique de Villepin: Prancis Tidak akan Mengalah Pada Perusuh
India Membuka Kembali Jalan yang Menghubungkan Kedua Ibukota Kashmir
Kelompok Militan Al-Qaida Memutuskan Membunuh 2 Pegawai Kedutaan Besar Maroko
Shaul Mofaz Berjanji Tidak Mencampuri Pemilu Palestina