Teks Saja
Cari

 
Bom Mobil di Luar Masjid Syiah di Irak Tewaskan Sedikitnya 25 Orang

06/10/2005

Iraqi police remove a destroyed car from the scene of a bombing in Baghdad
Bom mobil meledak di luar sebuah mesjid syiah di kota Hillah Irak, menewaskan paling kurang 25 orang saat pemeluk syiah Irak memasuki hari pertama bulan suci Ramadhan.

Polisi mengatakan hampir 90 orang lainnya luka-luka dalam ledakan hari Rabu di selatan Bagdad itu. Serangan itu terjadi sepuluh hari menjelang rakyat Irak melangsungkan referandum mengenai konstitusi baru serta kekhawatiran yang tinggi atas kemungkinan meningkatnya kekerasan. Sebelumnya, parlemen mencabut ketetapan pemilu baru yang kontroversial yang dituduh dikeluarkan anggota syiah dan Kurdi untuk menjamin agar konstitusi baru itu disyahkan.

Juga hari ini, sebuah rekaman video tertanggal 12 September yang diposting di Internet dan dikaitkan dengan kelompok militan Ansar Al Sunna, memperlihatkan apa yang tampaknya sebagai pemenggalan dua orang yang dikatakan kelompok itu sebagai warga Irak yang melakukan kegiatan mata-mata bagi militer Amerika.

George Bush
George Bush
Sementara itu, Presiden Bush mengatakan pasukan keamanan Irak kini semakin mampu melawan pemberontak. Presiden Bush mengatakan itu kepada wartawan hari ini, Rabu, setelah pertemuan singkat dengan Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld dan dua jenderal Amerika. Bush mengatakan dia gembira mendengar bahwa tigaribu tentara Irak mengambilbagian dalam operasi-operasi yang dipimpin Amerika terhadap pemberontak di Irak Barat. Katanya, 30 persen pasukan Irak memegang peran utama dalam operasi-operasi ini, meskipun dia mengakui pasukan Amerika menyertai pasukan Irak itu.

Bush menegaskan bahwa pasukan Amerika tidak akan pulang sebelum pasukan Irak terlatih dan mampu bertempur menghadapi pemberontak dengan kemampuan sendiri. Pekan lalu para pejabat militer Amerika memberitahu Kongres bahwa hanya satu dari 100 batalyon tentara Irak yang mampu bertempur secara independen, tanpa dukungan pasukan Amerika.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Utama

  Berita Lainnya
3500 Pasukan AS dan Irak Perangi Pemberontak Dari Rumah ke Rumah di Husaybah
Bush Desak Negara-Negara Amerika Latin Tidak Menjauh Dari Demokrasi
400 Lebih Pakar Kesehatan Adakan Pembahasan Flu Burung di Jenewa
Partai Presiden Aliyev Menangkan Pemilu Azerbaijan
Perusuh di Perancis Bakar Ratusan Mobil, Polisi Tangkap 200 Orang
PBB Tak Akan Tinjau Kamp Guantanamo Jika Dilarang Berbicara Dengan Tahanan
Presiden Bush Lakukan Pembicaraan Dengan Presiden Lula di Brazil
Kelompok HAM Minta Pemerintah Iran Bebaskan Wartawan Akbar Ganji
India Buka Satu Pos Penyeberangan di Perbatasan Kashmir
Jepang Setuju Penghapusan 80 Persen Hutang Irak
Serangan Besar Koalisi di Irak Dikeluhkan Banyak Timbulkan Korban Sipil
Penyidik PBB Panggil Enam Pejabat Intelijen Syria Dalam Kasus Pembunuhan Hariri
Kerusuhan di Perancis Terus Berlanjut Masuki Hari ke-10
KTT Negara Negara Amerika di Argentina Gagal Capai Konsensus
Pasukan Koalisi Lancarkan Serangan Baru Terhadap Pemberontak Irak
Pembicaraan Dua Hari Jepang-Korea Utara Tidak Capai Kesepakatan
Cina Mobilisasi Tentaranya Untuk Waspadai Wabah Flu Burung
KTT Negara-Negara Amerika Masuki Hari Kedua di Argentina
Cina, Vietnam dan Jepang Melaporkan Perebakan Baru Flu Burung
Pesan dan Ucapan Hari Raya 
Pakistan Menunda Pembelian Pesawat Jet Tempur F-16 dari Amerika Serikat
Bush di Argentina untuk Bertemu Pimpinan Regional Menjelang KTT ke-4
6 Polisi Tewas dan 10 Lainnya Luka-Luka dalam Serangan Pemberontak di Sebelah Utara Baghdad
Palang Merah Internasional Ingin Tinjau Penjara Rahasia CIA
Amerika Larang Bantuan Militer Kepada Indonesia
Al-Qaida Irak Klaim Tembak Jatuh Helikopter Amerika
Amerika Akan Gali Minyak di Daerah Suaka Artik
Dominique de Villepin: Prancis Tidak akan Mengalah Pada Perusuh
India Membuka Kembali Jalan yang Menghubungkan Kedua Ibukota Kashmir
Kelompok Militan Al-Qaida Memutuskan Membunuh 2 Pegawai Kedutaan Besar Maroko
Shaul Mofaz Berjanji Tidak Mencampuri Pemilu Palestina