Teks Saja
Cari

 
Bush akan Berpidato Mengenai Resiko yang Dihadapi AS di Irak

06/10/2005

George W. Bush speech on Iraq, Thursday
George W. Bush
Presiden Bush akan menyampaikan pidato hari ini waktu setempat, yang akan menitikberatkan pada peranan utama Iraq sebagai garis depan bagi perang melawan terorisme. Gedung Putih menyebut pidato besar tsb sebagai bagian dari usaha meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai resiko yang dihadapi AS di Iraq. Jurubicara Scott McClellan mengatakan presiden akan berbicara tentang apa yang disebutnya  "rincian yang belum pernah dikemukakan sebelumnya” tentang ancaman terorisme.

Pidato ini disampaikan manakala angket-angket pendapat umum menunjukkan menurunnya dukungan masyarakat terhadap kebijakan Bush mengenai  Iraq. Pidato itu juga disampaikan kurang dari 2 pekan sebelum referendum penting mengenai konstitusi Iraq yang baru yang diharapkan Washington akan menciptakan, suatu negara Iraq yang stabil,  aman dan demokratis. Bush akan berpidato pada sebuah peristiwa yang memperingati para korban serangan 11 September.

Kemarin, WaPres Dick Cheney mengutarakan kelompok teroris ingin mengubah pemerintahan Iraq yang demokratis dan mengembalikan negara itu kepada tirani.

 


emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Utama

  Berita Lainnya
3500 Pasukan AS dan Irak Perangi Pemberontak Dari Rumah ke Rumah di Husaybah
Bush Desak Negara-Negara Amerika Latin Tidak Menjauh Dari Demokrasi
400 Lebih Pakar Kesehatan Adakan Pembahasan Flu Burung di Jenewa
Partai Presiden Aliyev Menangkan Pemilu Azerbaijan
Perusuh di Perancis Bakar Ratusan Mobil, Polisi Tangkap 200 Orang
PBB Tak Akan Tinjau Kamp Guantanamo Jika Dilarang Berbicara Dengan Tahanan
Presiden Bush Lakukan Pembicaraan Dengan Presiden Lula di Brazil
Kelompok HAM Minta Pemerintah Iran Bebaskan Wartawan Akbar Ganji
India Buka Satu Pos Penyeberangan di Perbatasan Kashmir
Jepang Setuju Penghapusan 80 Persen Hutang Irak
Serangan Besar Koalisi di Irak Dikeluhkan Banyak Timbulkan Korban Sipil
Penyidik PBB Panggil Enam Pejabat Intelijen Syria Dalam Kasus Pembunuhan Hariri
Kerusuhan di Perancis Terus Berlanjut Masuki Hari ke-10
KTT Negara Negara Amerika di Argentina Gagal Capai Konsensus
Pasukan Koalisi Lancarkan Serangan Baru Terhadap Pemberontak Irak
Pembicaraan Dua Hari Jepang-Korea Utara Tidak Capai Kesepakatan
Cina Mobilisasi Tentaranya Untuk Waspadai Wabah Flu Burung
KTT Negara-Negara Amerika Masuki Hari Kedua di Argentina
Cina, Vietnam dan Jepang Melaporkan Perebakan Baru Flu Burung
Pesan dan Ucapan Hari Raya 
Pakistan Menunda Pembelian Pesawat Jet Tempur F-16 dari Amerika Serikat
Bush di Argentina untuk Bertemu Pimpinan Regional Menjelang KTT ke-4
6 Polisi Tewas dan 10 Lainnya Luka-Luka dalam Serangan Pemberontak di Sebelah Utara Baghdad
Palang Merah Internasional Ingin Tinjau Penjara Rahasia CIA
Amerika Larang Bantuan Militer Kepada Indonesia
Al-Qaida Irak Klaim Tembak Jatuh Helikopter Amerika
Amerika Akan Gali Minyak di Daerah Suaka Artik
Dominique de Villepin: Prancis Tidak akan Mengalah Pada Perusuh
India Membuka Kembali Jalan yang Menghubungkan Kedua Ibukota Kashmir
Kelompok Militan Al-Qaida Memutuskan Membunuh 2 Pegawai Kedutaan Besar Maroko
Shaul Mofaz Berjanji Tidak Mencampuri Pemilu Palestina