Teks Saja
Cari

 
Palang Merah Internasional Ingin Tinjau Penjara Rahasia CIA

04/11/2005

CIA dilaporkan menahan tersangka utama al Qaida di tempat-tempat rahasia di luar AS.
Palang Merah Internasional telah meminta izin kepada Amerika agar dibolehkan menjenguk semua tersangka yang terkait al-Qaida yang ditahan Amerika, termasuk yang kabarnya ditahan di penjara-penjara.

Juru bicara Palang Merah mengatakan badan tersebut sangat prihatin akan nasib tahanan itu. Hari Rabu surat kabar Washington Post dan televisi NBC melaporkan, badan intelijen Amerika CIA menahan tersangka utama al Qaida di tempat-tempat rahasia di luar Amerika.

Menurut laporan itu, ada lebih dari 100 tahanan yang di-interogasi di berbagai penjara di paling tidak dua negara Eropa Timur, di Thailand dan lokasi lain. Thailand dan banyak negara Eropa Timur telah membantah penjara yang dimaksud terdapat di wilayah mereka.

Juru bicara Uni Eropa mengatakan, Komisi Eropa akan menyelidiki laporan itu dan apakah rumah tahanan rahasia itu melanggar Undang-Undang Hak Asasi Manusia Uni Eropa atau tidak. Departemen Luar Negeri Amerika menyatakan pihaknya tidak ada menerima kerjasama untuk melakukan penyelidikan.

 

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Utama
Obama akan Serukan Pembebasan Suu Kyi di Forum KTT ASEAN

  Berita Lainnya
AS Tuduh Iran Langgar Embargo Senjata PBB
AS, PBB Serukan Kedua Korea Tahan Diri dalam Insiden Angkatan Laut
Bom Mobil Tewaskan 24 Orang di Pakistan Barat Laut
Obama akan Bicarakan Isu HAM dalam Kunjungan ke Tiongkok
Amerika akan Kirim Utusan ke Korea Utara
NATO dan Polisi Afghanistan Sita 250 Ton Bahan Pembuat Bom
Obama Beri Penghormatan bagi Korban Penembakan di Fort Hood
Mantan PM Thailand Thaksin Tiba di Kamboja
Maois Nepal Rintangi Jalan Raya Menuju Kathmandu
Angkatan Laut Korea Utara dan Selatan Tembak-Menembak
PM Israel Netanyahu Bertemu Presiden Obama di Washington
Kanselir Jerman: Gorbachev Pencetus Runtuhnya Tembok Berlin
Obama: Sulit Bagi Iran Putuskan Soal Nuklir
Jepang Janjikan 5 Milyar Dolar Bantuan Baru untuk Afghanistan
Utusan Perancis Bertemu dengan Menlu Korea Utara
Gempa Bumi Guncang Kepulauan Nicobar India
Menlu Clinton Desak Hamid Karzai Perangi Korupsi
Tiongkok Hukum Mati Sembilan Pelaku Kerusuhan di Xinjiang