Teks Saja
Cari

 
Amerika Akan Gali Minyak di Daerah Suaka Artik

04/11/2005

Alaska's gas pipe line
Pipa gas di Alaska
Senat Amerika setuju dilakukan pengeboran minyak di Arctic National Wildlife Refuge di Alaska. (Kawasan Suaka Kehidupan Liar di Alaska). Fraksi Demokrat mencoba mengeluarkan rencana itu dari RUU Anggaran namun kalah suara tipis. Ketua fraksi mayoritas Republik, Bill Frisk menyebut kawasan suaka itu ‘daerah tunggal terbesar bagi minyak bangsa ini di masa depan.’

Ketua Komisi Energi dan sesama dari fraksi Republik, Pete Dominichi mengatakan pengeboran akan membuka lapangan kerja, menghasilkan miliaran dolar dan mengurangi ketergantungan Amerika pada minyak asing.

Penentang pengeboran mengatakan minyak yang terdapat di daerah suaka itu paling banter baru beberapa tahun kemudian masuk di pasar dan hanya menurunkan harga minyak seperempat sen dolar per liter.

Senator Maria Cantwell dari fraksi Demokrat yang memelopori upaya untuk mencabut rencana itu mengatakan, pengeboran akan merusak lingkungan hidup dan mengancam kehidupan liar di daerah itu. Dewan Perwakilan belum mengambil keputusan mengenai RUU tersebut.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Utama
Kanselir Jerman: Gorbachev Pencetus Runtuhnya Tembok Berlin

  Berita Lainnya
Obama: Sulit Bagi Iran Putuskan Soal Nuklir
Suu Kyi Ucapkan Terima Kasih kepada Junta Militer Birma
Menlu Clinton Desak Hamid Karzai Perangi Korupsi
Tiongkok Hukum Mati Sembilan Pelaku Kerusuhan di Xinjiang
Pelaku Penembakan di Fort Hood, Texas Sudah Siuman
Iran Tuduh Tiga Warga AS Lakukan Spionase
Gempa Tewaskan Dua Orang, Tanah Longsor Tewaskan Delapan Orang di Indonesia
Angin Ribut Ida Menuju Pantai Teluk Amerika
Pembom Bunuh Diri Tewaskan Tiga Orang di Pakistan Barat Laut
Jerman Rayakan Jatuhnya Tembok Berlin
Hillary Clinton: Mari Kita Robohkan Tembok Terorisme dan Penindasan Abad ke 21
Sidang Tahunan APEC Dibuka di Singapura
Omar al-Bashir Batal ke Istanbul karena Takut Ditangkap Atas Kejahatan Perang
Jenderal AS Prihatin Kasus Penembakan oleh Tentara Muslim di Texas
King Jong Il Larang Iklan Kapitalis di TV Korut