Tampilan Standar

VOANews.com
News in 44 languages


 
India Buka Satu Pos Penyeberangan di Perbatasan Kashmir

06/11/2005

Helikopter AS Chinook mebawa bantuan bagi warga Kashmir
India mengatakan hanya satu pos penyeberangan di sepanjang perbatasan Kashmir yang tegang dengan Pakistan akan dibuka seperti dijadwalkan hari Senin. Dalam upaya menolong para korban gempa yang menghancurkan bulan lalu, India dan Pakistan minggu lalu sepakat membuka lima pos penyeberangan dalam garis kontrol yang memisahkan pasukan masing-masing negara yang bersaing di Kashmir.

Namun hari ini, Minggu, seorang juru bicara Angkatan Darat India mengatakan Pakistan perlu dipersalahkan karena keterlambatan pembukaan dua penyeberangan lainnya, dan persiapan belum diselesaikan di dua tempat lainnya.

Juru bicara India itu mengatakan tentara masih sibuk membersihkan medan dari ranjau dekat garis kontrol, dan juga di jalan-jalan yang tertutup tanah longsor ketika gempa menghantam tanggal 8 Oktober. Salju dan suhu membeku diperkirakan akan tiba minggu ini di sekitar Muzaffarabad, ibukota Kashir Pakistan yang hancur.

Para petugas pertolongan mengatakan cuaca buruk akan menyebabkan penderitaan lebih jauh bagi sebagian besar dari tiga juta korban selamat dari gempa yang masih belum memiliki tempat tinggal, dan kemungkinan bisa menambah angka kematian akibat bencana – yang telah mencapai lebih dari 73 ribu orang.

Kashmir terbagi antara India dan Pakistan setelah kedua negara memenangkan kemerdekaan dari Inggris tahun 1947. Masih-masih pihak mengklaim keseluruhan wilayah itu sebagai miliknya. Perselisihan itu telah mencetuskan dua kali perang dan terpisahnya keluarga-keluarga selama lebih dari setengah abad.

 

Berita Utama
Obama Bersiap-Siap Untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan Yang Pertama

Berita Lainnya
Pelosi Sampaikan Terimakasih Kepada India Karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-satunya Pilihan Korea Utara
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Menunda Pemilu Nasional
Obama Puji Hubungan AS-India Dan Akan Berkunjung Ke India Tahun Depan
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US