Tampilan Standar

VOANews.com
News in 44 languages


 
Penyidik PBB Panggil Enam Pejabat Intelijen Syria Dalam Kasus Pembunuhan Hariri

06/11/2005

Detlev Mehlis dan Kofi Annan
Penyidik PBB yang mengusut pembunuhan terhadap mantan Perdana Menteri Libanon Rafik Hariri kabarnya telah memanggil enam orang pejabat tinggi intelijen Syria di Libanon untuk ditanyai.

Kantor berita AP dan Harian al Hayat di Arab Saudi melaporkan, adik ipar Presiden Syria Bashar al Assad termasuk yang akan ditanyai Penyidik PBB Detlev Mehlis. Detlev Mehlis kabarnya telah mengirim surat mengenai permintaan untuk itu kepada pemerintah Syria melalui PBB hari Rabu.

Hari Senin, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menyetujui sebuah resolusi yang mewajibkan Syria bekerjasama dengan penyidikan yang dilakukan PBB, dan kalau tidak, PBB akan mengambil tindakan lebih lanjut.

Detlev Mehlis bulan lalu mengeluarkan laporan mengenai hasil penyidikannya. Dalam laporan itu, ia mengaitkan pejabat-pejabat tinggi intelijen Syria dan Libanon dengan pembunuhan terhadap Rafik Hariri.

 

Berita Utama
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban

Berita Lainnya
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi
Taylor Swift Menangkan 5 Penghargaan Musik Amerika
Tentara Pakistan Tewaskan Lebih Dari 30 Militan di Barat Laut
Korban Kecelakaan Kapal Ferry di Selat Malaka Capai 29 Orang
Korban Kecelakaan Tambang Batubara Tiongkok Capai 92 Orang
Iran Latihan Perang untuk Atasi Kemungkinan Serangan atas Fasilitas Nuklirnya