Tampilan Standar

VOANews.com
News in 44 languages


 
3500 Pasukan AS dan Irak Perangi Pemberontak Dari Rumah ke Rumah di Husaybah

07/11/2005

Penduduk meninggakan  Husaybah dengan berjalan kaki
Sebuah pasukan yang terdiri dari 3500 tentara Amerika dan Irak memerangi pemberontak dari rumah ke rumah hari Minggu di sebuah kota dekat perbatasan dengan Syria, pada hari kedua serangan yang bertujuan melenyapkan kaum militan dari daerah itu.

Para panglima Amerika mengatakan pasukan koalisi menghadapi serangan senjata kecil terus menerus hampir seharian dari para pemberontak yang menjauhkan diri dari Husaybah. Sebuah pernyataan Amerika melaporkan 17 pemberontak tewas, dan dikatakan banyak lagi diduga meninggal. Tidak ada laporan mengenai korban anggota pasukan koalisi atau penduduk sipil yang tewas.

Serangan pasukan koalisi menghantam apa yang digambarkan sebagai kubu pemberontak di kota Sungai Efrat itu. Associated Press mengutip sdaksi mata yang mengatakan banyak penduduk sipil di kota yang berpenduduk 30 ribu itu meninggalkan kota itu dengan jalan kaki, setelah pasukan koalisi memperingatkan dengan menggunakan pengeras suara bahwa siapa saja yang meninggalkan kendaraan akan ditembak.

Para panglima Amerika mengatakan Husaybah adalah salah satu pemberhentian pertama bagi pemberontak asing yang masuk ke Irak dari Syria yang letaknya berdekatan.

 

Berita Utama
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil

Berita Lainnya
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi