Teks Saja
Cari

 
400 Lebih Pakar Kesehatan Adakan Pembahasan Flu Burung di Jenewa

07/11/2005

In electron micrograph, bird influenza virus strain H5N1, seen in gold, grown in MDCK cells, seen in green<br />(1997 CDC photograph)
Virus flu burung H5N1
Pertemuan terbesar para ahli sejauh ini dalam krisis flu unggas hari Senin membahas rencana untuk memberantas penyakit yang kemungkinan besar mematikan itu. Lebih dari 400 pakar kesehatan mengadakan pembicaraan tiga hari di Jenewa. Jurubicara Organisasi kesehatan Sedunia, WHO Ian Simpson mengatakan, pembicaraan berfokus pada riset vaksin dan deteksi dini wabah.

Flu burung telah menewaskan lebih dari 60 orang di Asia dan unggas yang terinfeksi telah didapati di Eropa. Tidak ada kasus penyakit itu menjangkiti manusia di luar Asia sejauh ini. Tetapi para pakar khawatir virus itu akan dapat bermutasi ke bentuk yang dapat menjangkiti manusia dan membunuh jutaan orang. Para pejabat Cina hari Minggu meminta WHO untuk membantu menentukan apakah tiga orang di Provinsi Hunan telah terjangkit flu burung. Seorang korban telah meninggal. Timbulnya wabah lagi pada unggas telah dilaporkan terjadi di Provinsi Liaoning yang berbatasan dengan Korea Utara.

Chinese health officials disinfect a vehicle entering the sealed area of a farm in the northern grasslands of the Inner Mongolia region
Petugas kesehatan Cina melakukan disinfektasi di daerah Mongolia
Kementerian Kesehatan Cina mengatakan hari ini bahwa mereka tidak dapat mengenyampingkan penyakit flu burung sebagai penyebab meninggalnya seorang gadis berusia 12 tahun di propinsi yang terjangkit penyakit tersebut. Kementerian itu mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diumumkan oleh kantor berita resmi Xinhua bahwa saudara laki-laki gadis tersebut yang berusia 9 tahun dan seorang guru berusia 36 tahun berhasil sembuh dari penyakit itu.

Xinhua mengatakan ketiga-tiganya pada awalnya diperiksa negatif atas flu burung. Kantor berita itu juga mengatakan Cina telah meminta bantuan kepada Organisasi Kesehatan Sedunia dalam memeriksa darah dan tenggorokan ketiga korban untuk memastikan penyebab mereka jatuh sakit.

Sementara itu, pihak berwenang Malaysia mengatakan hari ini bahwa 100 ekor burung merpati yang ditemukan mati di bagian barat laut negara bagian Perak tidak mengidap virus flu burung. Dirjen Departemen Pelayanan Kesehatan Hewan Malaysia, Hawari Hussein, mengatakan burung-burung itu akan menjalani tes-tes lanjutan untuk menentukan penyebab kematiannya.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Utama
PM India Berkunjung ke Amerika

  Berita Lainnya
Hotel Mewah Nyaris Jadi Sasaran Serangan Militan Taliban
Pengadilan terhadap Mayor Nidal Hasan  Dimulai
Iran Gelar Latihan Militer Untuk Lindungi Situs Nuklirnya
AS akan Ketatkan Bantuan bagi Afghanistan untuk Atasi Anti Korupsi
31 Tewas, 82 Terperangkap dalam Ledakan Pertambangan di Tiongkok
Washington Post: Surat-menyurat antara Penembak Fort Hood dan Ulama Radikal “Gencar”
Ledakan Dekat Kantor Bantuan Lukai Satu Orang di Pakistan Baratlaut
Obama: Perdagangan dengan Asia Penting bagi Pemulihan Ekonomi AS
Presiden Palestina Konfirmasi Penundaan Pemilu
ILO Kecam Birma Soal Kerja Paksa
PBB Peringati Pakta Hak-Hak Anak
6 Kekuatan Dunia Desak Iran Terima Kesepakatan Nuklir
Pemberontak Ledakan Kereta di India, Tewaskan 2 Orang