Teks Saja
Cari

 
Parlemen Inggris Menolak RUU Anti-Terorisme Usulan PM Blair

10/11/2005

rtv blair address 24mar03 150.jpgParlemen Inggris telah menolak rancangan undang-undang anti-terorisme penting yang diajukan pemerintah, yang sedianya akan mengizinkan penahanan tersangka tanpa dikenakan dakwaan selama sampai 90 hari.

Para pembangkang dari Partai Buruh Perdana Menteri Blair yang memerintah menyertai anggota parlemen oposisi dalam mengalahkan rancangan undang-undang itu, dan sebagai gantinya menyetujui perpanjangan penahanan yang sekarang 14 hari menjadi 28 hari.

Hasil pemungutan suara, 322 lawan 291 merupakan kekalahan besar pertama Blair sejak dia memegang jabatan delapan tahun yang lalu. Pemerintah bahkan memanggil pulang menteri keuangan Gordon Brown dan menteri luar negeri Jack Straw dari lawatan ke luar negeri untuk mengerahkan dukungan suara di Majelis Rendah.

Mayoritas Partai Buruh di parlemen berkurang menjadi hanya 66 kursi sesudah pemilu bulan Mei, dengan sebagian besar ketidakpuasan pemilih terfokus pada keputusan Blair untuk melibatkan Inggris dalam perang yang dipimpin Amerika Serikat di Irak.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Utama
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban

  Berita Lainnya
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi
Taylor Swift Menangkan 5 Penghargaan Musik Amerika
Tentara Pakistan Tewaskan Lebih Dari 30 Militan di Barat Laut
Korban Kecelakaan Kapal Ferry di Selat Malaka Capai 29 Orang
Korban Kecelakaan Tambang Batubara Tiongkok Capai 92 Orang
Iran Latihan Perang untuk Atasi Kemungkinan Serangan atas Fasilitas Nuklirnya