Teks Saja
Cari

 
Penyelidik PBB Wawancarai Presiden Libanon Dalam Kasus Pembunuhan Hariri

12/11/2005

Lebanese supporters of Lebanon's slain former Prime Minister Rafik Hariri hold up pictures of him and posters demanding the truth and justicePara penyelidik PBB yang menyelidiki pembunuhan mantan Perdana Menteri Libanon Rafik Hariri telah mewawancarai Presiden Libanon Emile Lahoud mengenai kasus tersebut.

Para penyelidik mewawancarai Presiden Lahoud hari Jumat malam di istana kepresidenan. Sebuah pernyataan yang dirilis oleh istana mengatakan Presiden Lahoud memberi para penyelidik itu rincian yang akurat mengenai apa yang dikatakan oleh seorang penelepon - dalam pembicaraan telepon - kepada istana sebelum terjadinya ledakan bom truk yang menewaskan Hariri dan 22 orang lainnya di Beirut.

Laporan sementara PBB bulan lalu tidak menyebutkan Lahoud sebagai tersangka, tetapi menyatakan seorang tersangka menelpon telepon presiden beberapa menit sebelum terjadinya peledakan.

Laporan PBB itu melibatkan para pejabat Libanon dan Suriah dalam pembunuhan Hariri bulan Februari lalu itu yang menyulut terjadinya pergolakan politik dan menyebabkan ditariknya tentara Suriah dari Libanon. Empat orang jenderal Libanon yang mempunyai hubungan dekat dengan Suriah ditahan pada bulan September lalu.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Utama
Obama Bersiap-Siap untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan yang Pertama

  Berita Lainnya
Pelosi Sampaikan Terimakasih kepada India karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-Satunya Pilihan Korea Utara
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Obama Puji Hubungan AS-India Dan Akan Berkunjung Ke India Tahun Depan
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US