Tampilan Standar

VOANews.com
News in 44 languages


 
Akankah Pemilu Kongres Berdampak terhadap Kebijakan Luar Negeri AS?

08/11/2006

Berdasarkan penghitungan suara Pemilu Kongres Amerika, Partai Republik kini harus berbagi kekuasaan dengan Partai Oposisi, Partai Demokrat.

Partai Demokrat saat ini unggul di DPR dengan perolehan suara 229-147, sementara keberadaan mereka di Senat masih bergantung pada hasil penghitungan suara di dua negarabagian, Virginia dan Montana.

Mengingat isu yang diusung Demokrat adalah Irak, dipastikan Iraklah yang akan menjadi agenda utama Kongres selama dua tahun terakhir kepemimpinan Presiden George W. Bush.

“Bila Demokrat mengambil alih salah satu badan Kongres, akan ada insentif untuk menyelidiki badan eksekutif, dan Demokrat akan berupaya menyeret Administrasi dengan penyelidikan non-stop selama dua tahun ke depan,” demikian menurut pengamat politik Stephen Wayne.

Joseph Lieberman
Tapi sebagian pengamat pesimis, kemenangan Demokrat akan mengubah kebijakan luar negeri Amerika secara drastis.

“Walaupun banyak yang melihat pemilu ini sebagai referendum atas Irak, pemilu ini sebenarnya tak punya dampak langsung terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Akan ada kesempatan bagi Kongres untuk mempengaruhi kebijakan luar negeri, tapi Presiden Bush masih akan tetap memiliki kebijakan yang sama tentang pembangunan kembali Irak, pembangunan demokrasi di Timur Tengah dan mengisolasikan Korea Utara dan Iran,” ujar pengamat politik Brian Darling dari The Heritage Foundation.

Sementara itu, walaupun perhatian Washington kini tetuju pada Irak, itu bukan berarti diplomasi dengan negara-negara sahabat seperti Indonesia akan tertunda. Bahkan, kekuasaan Demokrat di Kongres berarti akan lebih banyak perhatian pada masalah hak asasi manusia. 

“Akan ada lebih banyak tekanan dari Kongres kepada presiden, tapi presiden sendiri tidak akan dipengaruhi oleh ini. Dan ini juga akan berlaku kalau Demokrat menjadi presiden, mereka lebih memperhatikan masalah HAM,” demikian analisa Bill Liddle, pengamat politik dari Ohio State University.

Dan meskipun hubungan Washington-Jakarta belakangan membaik, hadirnya para pengambil keputusan baru patut diwaspadai.

“Dengan adanya orang-orang baru yang masuk ke DPR dan mungkin Senat, akan muncul berbagai isu baru. Apakah ini akan bersifat konstruktif atau substansial bagi Indonesia, akan bergantung pada isu-isu yang muncul, berita dari Jakarta, dan sebagainya,” kata Alphonse La Porta, presiden US-Indonesia Society.

Sampai berita ini diturunkan, nasib kedua partai di Senat Amerika masih bergantung pada penghitungan suara di Virginia dan Montana.

Berita Utama
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan

Berita Lainnya
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi
Taylor Swift Menangkan 5 Penghargaan Musik Amerika
Tentara Pakistan Tewaskan Lebih Dari 30 Militan di Barat Laut
Korban Kecelakaan Kapal Ferry di Selat Malaka Capai 29 Orang
Parlemen Irak Gagal Selesaikan RUU Pemilihan Umum
Korban Kecelakaan Tambang Batubara Tiongkok Capai 92 Orang
Iran Latihan Perang untuk Atasi Kemungkinan Serangan atas Fasilitas Nuklirnya
Senat AS Siap Adakan Perdebatan Penuh Tentang RUU Jaminan Kesehatan
Rumah Sakit Angkatan Darat di Fort Hood Dengarkan Kesaksian Tersangka
5 Tersangka Serangan 11 September akan MengakuTidak Bersalah
Srilanka akan Bebaskan Pengungsi Perang Tamil
4 Luka-Luka akibat Serangan Roket di Kabul