Teks Saja
Cari

 
Bush dan Beberapa Pejabat Tinggi AS Bahas Kebijakan Baru Amerika di Irak

24/12/2006

President Bush, right, speaks to members of media as Secretary of Defense nominee Robert Gates, left, looks on, 5 Dec. 2006
Presiden Bush dan Menhan Robert Gates
Presiden Bush hari Sabtu mengadakan rapat dengan beberapa pejabat tinggi negara membahas kebijakan baru Amerika untuk Irak. Ia akan mengumumkan kebijakan baru dimaksud yang bertujuan meredakan kekerasan sektarian di sana. Rapat dihadiri menteri pertahanan baru Robert Gates, Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice, dan Penasehat Keamanan Nasional Stephen Hadley.

Presiden Bush diduga akan mengumumkan kebijakan baru itu pada bulan Januari. Pekan yang baru lewat ini, Menteri Pertahanan Robert Gates berada di Irak selama tiga hari berbicara dengan para pemimpin militer Amerika dan para pejabat Irak tentang kebijakan untuk mengurangi tindak kekerasan. Gates tidak mengemukakan apakah ia akan menganjurkan peningkatan sementara dalam pasukan Amerika di Irak.

Di Irak, polisi melaporkan terjadi bentrokan di kota Syi’ah, Samawa di selatan. Mereka mengatakan pertempuran antara pasukan keamanan Irak dan milisi Syi’ah pendukung ulama radikal Moqtada al Sadr mengakibatkan paling sedikit 5 orang tewas dan 17 lainnya luka-luka.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Terkait
White House Denounces Visits to Syria by US Legislators
Damascus Ready for Dialogue With US, But Will Not Take Orders From Washington
Bush: No Direct Talks with Iran
 
  Berita Utama
Ribuan Orang di Istanbul Protes Kekerasan di Xinjiang

  Berita Lainnya
Jaksa Agung AS Pertimbangkan Penyelidikan atas Praktek Penyiksaan Tahanan
PM Israel Desak Presiden Palestina agar Mulai Kembali Perundingan
Dua Tentara AS Tewas di Afghanistan Selatan
Semakin Banyak Kontroversi Seputar Praktek Intelijen AS
Lima Warga Iran yang Sempat Ditahan AS di Irak Kembali ke Iran
Paus Desak Honduras agar Usahakan Demokrasi dan Perdamaian
Presiden Tersingkir Honduras Berkunjung ke Washington
Republik Kongo Adakan Pemilu, Oposisi Serukan Boikot
Obama Tiba Kembali di AS
Obama Akhiri Kunjungan di Ghana dengan Lawatan ke Bekas Pusat Perbudakan