Teks Saja
Cari

 
Ribuan Orang dengan Khidmat Memberikan Penghormatan Kepada Gerald Ford di Gedung Capitol

01/01/2007

Mourners surround the casket of former President Gerald R. Ford during his state funeral in the Capitol Rotunda on Capitol Hill in Washington, Saturday, 30 Dec. 2006
Ribuan orang dengan khidmat memberikan penghormatan mereka kepada almarhum Presiden Amerika Gerald Ford di Gedung Capitol di Washington, dimana jenazahnya akan tetap terbaring sepanjang hari ini, Senin.

Deretan pelayat yang tak henti-hantinya melewati peti jenazah Ford yang berselimut bendera hari Minggu untuk mengenang seorang pria yang diambil sumpahnya sebagai presiden setelah Richard Nixon mengundurkan diri tahun 1974.

Presiden Bush akan datang ke gedung Kongres itu untuk memberikan penghormatan kepada Ford hari ini setelah pulang ke Washington dari peternakannya di Crawford, Texas.

Hari Selasa, upacara mengenang Ford akan diadakan di Washington. Presiden ke-38 itu akan dimakamkan hari Rabu di kota asalnya, Grand Rapids, Michigan.

Ford meninggal dunia hari Selasa di rumahnya di  Kalifornia, pada usia 93 tahun.

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Terkait
Bush Discussing Iraq With National Security Team
Bush Says Security Team 'Making Good Progress' in Developing New Iraq Plan
Former President Ford Disagreed with Bush about Invading Iraq
 
  Berita Utama
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban

  Berita Lainnya
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi
Taylor Swift Menangkan 5 Penghargaan Musik Amerika
Tentara Pakistan Tewaskan Lebih Dari 30 Militan di Barat Laut
Korban Kecelakaan Kapal Ferry di Selat Malaka Capai 29 Orang
Korban Kecelakaan Tambang Batubara Tiongkok Capai 92 Orang
Iran Latihan Perang untuk Atasi Kemungkinan Serangan atas Fasilitas Nuklirnya