Teks Saja
Cari

 
Ban Ki-Moon Resmi Memulai Hari Kerja Pertama Sebagai Sekjen PBB di New York

03/01/2007

New UN Secretary-General Ban Ki-moon gives a news conference at UN headquarters, 2 Jan 2007
Ban Ki-moon dalam jumpa pers di markas PBB, New York
Sekretaris-jenderal PBB yang baru, Ban Ki-Moon, mulai hari kerjanya yang pertama di markas besar PBB di New York. Dia bertekad akan menangani krisis di Sudan dan Korea Utara sebagai prioritas utama. Ini dikatakan oleh Ban Ki Moon kepada wartawan hari Selasa.

Katanya, dia memulai tugasnya pada suatu masa yang sangat sulit dalam masalah internasional. Konflik di kawasan Darfur di Sudan dan konfrontasi nuklir dengan Korea Utara adalah dua hal terpenting yang akan dihadapinya.

Tapi, tambah Ban Ki-Moon, dia juga akan memusatkan perhatian pada masalah Timur Tengah, Iran, Irak dan Libanon.

Ban Ki Moon adalah sekretaris-jenderal PBB yang ke-8. dia menggantikan Kofi Annan dari Ghana yang bertugas selama 10 tahun. Tugas lain yang dianggapnya penting adalah memulihkan kepercayaan kepada PBB, yang rusak citranya dimasa lampau karena adanya korupsi dan berbagai skandal.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Terkait
Bush Discussing Iraq With National Security Team
Bush Says Security Team 'Making Good Progress' in Developing New Iraq Plan
Former President Ford Disagreed with Bush about Invading Iraq
 
  Berita Utama
Presiden Obama Beri Pengampunan Kepada Kalkun Korban Thanksgiving

  Berita Lainnya
Para Donor Kumpulkan Dana Untuk Korban Siklon Nargis Di Birma
Presiden Amerika Umumkan Kebijakan Afghanistan Hari Selasa
Israel Umumkan Pembekuan Sebagian Pembangunan Pemukiman Di Tepi Barat
Pemimpin Korut Katakan Hubungan Dengan Tiongkok Tidak Terpatahkan
Israel dan Turki Tingkatkan Hubungan
Presiden Iran di Venezuela
Obama: Kemitraan AS-India  Besar dan Meningkat
AS Dukung Pemilihan Presiden di Honduras
Pesawat Antariksa “Atlantis”  Berangkat ke Bumi
Obama Bersiap-Siap untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan yang Pertama
Pelosi Sampaikan Terimakasih kepada India karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-Satunya Pilihan Korea Utara