Teks Saja
Cari

 
Pemimpin Demokrat di Kongres AS Minta Bush Tolak Rencana Penambahan Pasukan di Irak

06/01/2007

Nancy Pelosi,  5 Jan 2007
Nancy Pelosi: Demokrat menentang penambahan pasukan di Irak
Para pemuka fraksi Demokrat di Senat dan Dewan Perwakilan Amerika meminta Presiden Bush menolak tiap rencana hendak menambah jumlah pasukan Amerika di Irak dengan alasan hal itu hanya semakin mengobarkan perang di sana.

Dalam surat terbuka kepada Presiden Bush, Ketua Dewan Perwakilan yang baru diambil sumpahnya Nancy Pelosi dan ketua fraksi mayoritas di Senat Harry Reid mengatakan menambah pasukan cuma membahayakan semakin banyak orang Amerika dan merentang militer Amerika sampai ke titik retak tanpa sesuatu manfaat strategis.

Presiden Bush bermaksud mengumumkan kebijakan baru di Irak pekan depan yang menurutnya akan membantu bangsa Irak mencapai tujuan mereka untuk dapat memerintah dan mempertahankan diri.

Berbagai laporan menyatakan kebijakan baru itu bisa termasuk menambah jumlah pasukan Amerika untuk jangka waktu pendek di Irak. Di samping itu Presiden Bush akan mengumumkan panglima baru pasukan Amerika untuk Irak dan Timur Tengah.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Terkait
Global Warming Threatens Ocean Stability
Environmental Coalition Fights Oil Subsidies to Help Alleviate World Poverty
Expert Warns China to Act or Suffer Consequences of Climate Change
 
  Berita Utama
Obama Nyatakan Penghargaan Bagi Korban di Fort Hood

  Berita Lainnya
AS Desak Kolombia dan Venezuela Rundingkan Perselisihan
Presiden Israel Minta Bantuan Brazil Melawan Terorisme dan Ancaman
Polisi Inggris Turunkan Pilot AS Yang Mabuk
Kolombia Sita 19 Juta Dolar Amerika Yang Palsu
Obama akan Serukan Pembebasan Suu Kyi di Forum KTT ASEAN
AS Tuduh Iran Langgar Embargo Senjata PBB
AS, PBB Serukan Kedua Korea Tahan Diri dalam Insiden Angkatan Laut
Bom Mobil Tewaskan 24 Orang di Pakistan Barat Laut
Obama akan Bicarakan Isu HAM dalam Kunjungan ke Tiongkok
Amerika akan Kirim Utusan ke Korea Utara
NATO dan Polisi Afghanistan Sita 250 Ton Bahan Pembuat Bom
Kanselir Jerman: Gorbachev Pencetus Runtuhnya Tembok Berlin
Obama: Sulit Bagi Iran Putuskan Soal Nuklir
Jepang Janjikan 5 Milyar Dolar Bantuan Baru untuk Afghanistan
Utusan Perancis Bertemu dengan Menlu Korea Utara
Gempa Bumi Guncang Kepulauan Nicobar India
Menlu Clinton Desak Hamid Karzai Perangi Korupsi
Tiongkok Hukum Mati Sembilan Pelaku Kerusuhan di Xinjiang