Tampilan Standar

VOANews.com
News in 44 languages


 
Pemimpin Demokrat di Kongres AS Minta Bush Tolak Rencana Penambahan Pasukan di Irak

06/01/2007

Nancy Pelosi: Demokrat menentang penambahan pasukan di Irak
Para pemuka fraksi Demokrat di Senat dan Dewan Perwakilan Amerika meminta Presiden Bush menolak tiap rencana hendak menambah jumlah pasukan Amerika di Irak dengan alasan hal itu hanya semakin mengobarkan perang di sana.

Dalam surat terbuka kepada Presiden Bush, Ketua Dewan Perwakilan yang baru diambil sumpahnya Nancy Pelosi dan ketua fraksi mayoritas di Senat Harry Reid mengatakan menambah pasukan cuma membahayakan semakin banyak orang Amerika dan merentang militer Amerika sampai ke titik retak tanpa sesuatu manfaat strategis.

Presiden Bush bermaksud mengumumkan kebijakan baru di Irak pekan depan yang menurutnya akan membantu bangsa Irak mencapai tujuan mereka untuk dapat memerintah dan mempertahankan diri.

Berbagai laporan menyatakan kebijakan baru itu bisa termasuk menambah jumlah pasukan Amerika untuk jangka waktu pendek di Irak. Di samping itu Presiden Bush akan mengumumkan panglima baru pasukan Amerika untuk Irak dan Timur Tengah.

 

Berita Terkait
Top US Congressional Democrats Urge Bush Not to Send More Troops to Iraq
Bush to Replace US Commanders in Iraq and Middle East
Chirac Says Iraq War Destabilized Entire Middle East
 
Berita Utama
Obama Bersiap-Siap Untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan Yang Pertama

Berita Lainnya
Pelosi Sampaikan Terimakasih Kepada India Karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-satunya Pilihan Korea Utara
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Menunda Pemilu Nasional
Obama Puji Hubungan AS-India Dan Akan Berkunjung Ke India Tahun Depan
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US