Teks Saja
Cari

 
Bush Dilaporkan Akan Perintahkan Pengiriman Sekitar 20 Ribu Pasukan Tambahan ke Bagdad

07/01/2007

George Bush
George Bush
Sebuah laporan media cetak menyebutkan, strategi baru Irak Presiden Bush akan memerintahkan pengiriman cepat sekitar 20 ribu anggota pasukan Amerika ke Bagdad, dan menciptakan program penyediaan lapangan kerja dengan biaya satu milyar dollar bagi rakyat Irak.

Harian New York Times edisi hari ini mengatakan, Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki telah setuju mengimbangi peningkatan jumlah pasukan Amerika itu dengan mengirim tiga brigade lagi pasukan Irak ke Bagdad dalam tiga setengah bulan ini. Suratkabar itu mengatakan, Maliki memberikan persetujuan resmi dalam konferensi jarak-jauh dengan Bush hari Kamis.

Dengan mengutip keterangan para pejabat Amerika yang tidak disebut nama mereka, yang menyusun rancangan itu, suratkabar itu mengatakan Presiden Bush akan melipatduakan upaya rekonstruksi Amerika di Irak. Rancangan itu, yang kemungkinan menelan biaya milyaran dollar mengusulkan perekrutan warga Irak untuk melakukan pekerjaan seperti mengecat sekolah dan membersihkan jalan-jalan.

Bush diperkirakan akan mengungkapkan strategi barunya dalam beberapa hari ini, tetapi menurut laporan itu sejumlah pejabat Amerika meragukan rencana itu akan berhasil menstabilkan Irak.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Terkait
Global Warming Threatens Ocean Stability
Environmental Coalition Fights Oil Subsidies to Help Alleviate World Poverty
Expert Warns China to Act or Suffer Consequences of Climate Change
 
  Berita Utama
Ribuan Orang di Istanbul Protes Kekerasan di Xinjiang

  Berita Lainnya
Jaksa Agung AS Pertimbangkan Penyelidikan atas Praktek Penyiksaan Tahanan
PM Israel Desak Presiden Palestina agar Mulai Kembali Perundingan
Dua Tentara AS Tewas di Afghanistan Selatan
Semakin Banyak Kontroversi Seputar Praktek Intelijen AS
Lima Warga Iran yang Sempat Ditahan AS di Irak Kembali ke Iran
Paus Desak Honduras agar Usahakan Demokrasi dan Perdamaian
Presiden Tersingkir Honduras Berkunjung ke Washington
Republik Kongo Adakan Pemilu, Oposisi Serukan Boikot
Obama Tiba Kembali di AS
Obama Akhiri Kunjungan di Ghana dengan Lawatan ke Bekas Pusat Perbudakan