Tampilan Standar

VOANews.com
News in 44 languages


 
Pelosi: Bush Harus Kemukakan Rencananya Secara Rinci Untuk Tambah Pasukan di Irak

08/01/2007

Nancy Pelosi
Laporan media di Amerika menyatakan, dalam strategi barunya di Irak Presiden Bush berencana mengirim sebanyak 20 ribu pasukan lagi ke Baghdad dan mengeluarkan satu miliar dolar untuk program menciptakan lapangan kerja bagi orang Irak.

Surat kabar New York Times memberitakan, Presiden Bush diperkirakan bakal mengumumkan strategi barunya itu dalam beberapa hari ini. Partai Demokrat yang mendominasi Kongres mulai pekan lalu telah menyatakan akan menentang mengirim pasukan lagi ke Irak.

Berbicara di televisi Amerika hari Minggu, Ketua Dewan Perwakilan Nancy Pelosi mengatakan fraksi Demokrat mendukung biaya pasukan Amerika yang sudah berada di Irak. Tetapi kalau mau mengirim pasukan baru ke sana Presiden Bush harus mengemukakan rencananya secara terinci. Pelosi tidak mengatakan bahwa fraksi Demokrat tidak akan menyetujui anggaran bagi pertambahan pasukan.

Berdasarkan Konstitusi Amerika, Presiden Bush adalah Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, tetapi semua anggaran militer harus melewati Kongres.

 

Berita Terkait
Bush Readies Iraq Plan: Democrats Promise Scrutiny
EU Officials Have Tough Trade Message for White House
 
Berita Utama
Obama Bersiap-Siap untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan yang Pertama

Berita Lainnya
Pelosi Sampaikan Terimakasih kepada India karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-Satunya Pilihan Korea Utara
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Obama Puji Hubungan AS-India Dan Akan Berkunjung Ke India Tahun Depan
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US