Teks Saja
Cari

 
Bush Akan Sampaikan Pidato Tentang Strategi Baru di Irak Hari Rabu Malam

09/01/2007

President Bush  (03 Jan 2007 photo)
Presiden Bush
Presiden Bush akan memberikan pidatonya yang sudah ditunggu-tunggu tentang Irak, hari Rabu malam. Kata laporan pers, Presiden Bush diperkirakan akan mengumumkan penambahan kira-kira 20,000 orang pasukan lagi untuk ditugaskan di Irak.

Tokoh-tokoh partai Demokrat dalam Kongres AS mengecam ide penambahan pasukan itu, karena tidak yakin akan hasilnya.

Kata harian New York Times, strategi Irak yang baru itu akan menentukan sejumlah sasaran yang harus dicapai oleh pemerintah Irak dalam waktu tertentu. Ini termasuk seruan supaya pemerintah Irak mengikutkan lebih banyak kelompok sunni kedalam proses politik dan melonggarkan pembatasan yang tadinya dikenakan pada bekas-bekas anggota partai Baath pimpinan Saddam Hussein.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Terkait
Global Warming Threatens Ocean Stability
Environmental Coalition Fights Oil Subsidies to Help Alleviate World Poverty
Expert Warns China to Act or Suffer Consequences of Climate Change
 
  Berita Utama
Sekjen Nato: Sekutu Harus Kirim Lebih Banyak Tentara Ke Afghanistan

  Berita Lainnya
Calon Jemaan Haji Berkumpul di Arafah
Direktur IAEA: Perundingan dengan Iran Buntu
Warga Amerika Rayakan Hari Bersyukur
Korea Selatan Eksekusi 5000 Warga Sipil pada Perang Korea
Chavez dan Ahmadinejad Kutuk Imperialisme AS
Korsel dan Korut Jajaki Cara Tingkatkan Kompleks Industri
Ledakan Bom Di Peshawar Lukai 3 Orang
Kawanan Bersenjata Bunuh Dengan Brutal 6 Orang di Irak
Presiden Obama Beri Pengampunan Kepada Kalkun Korban Thanksgiving
38 Juta Warga AS Bepergian Libur Hari Bersyukur Ini
Para Donor Kumpulkan Dana Untuk Korban Siklon Nargis Di Birma
Presiden Amerika Umumkan Kebijakan Afghanistan Hari Selasa
Israel Umumkan Pembekuan Sebagian Pembangunan Pemukiman Di Tepi Barat
Pemimpin Korut Katakan Hubungan Dengan Tiongkok Tidak Terpatahkan
Israel dan Turki Tingkatkan Hubungan
Presiden Iran di Venezuela
Obama: Kemitraan AS-India  Besar dan Meningkat
AS Dukung Pemilihan Presiden di Honduras