Teks Saja
Cari

 
Pengadilan AS Pertimbangkan Hukuman Mati Bagi Penyebab Tewasnya 19 Imigran Gelap

10/01/2007

Immigrants crossing the border
Imigran gelap di perbatasan AS-Meksiko
Juri di pengadilan federal di kota Houston, Texas, sedang mempertimbangkan kemungkinan hukuman mati bagi seorang sopir yang dituduh mengakibatkan kematian 19 orang pendatang gelap ke Amerika.

Tyrone Williams dituduh berusaha menyelundupkan lebih dari 70 orang imigran gelap ke Amerika dengan menggunakan sebuah truk gandengan yang tertutup tahun 2003.

Para korban mati lemas dan kepanasan dalam truk gandengan itu. Kata para jaksa, Williams bertanggung-jawab atas kematian imigran itu, karena hanya dia yang bisa membuka pintu truk atau menghidupkan mesin pendingin.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Terkait
Global Warming Threatens Ocean Stability
Environmental Coalition Fights Oil Subsidies to Help Alleviate World Poverty
Expert Warns China to Act or Suffer Consequences of Climate Change
 
  Berita Utama
Obama Nyatakan Penghargaan Bagi Korban di Fort Hood

  Berita Lainnya
AS Desak Kolombia dan Venezuela Rundingkan Perselisihan
Presiden Israel Minta Bantuan Brazil Melawan Terorisme dan Ancaman
Polisi Inggris Turunkan Pilot AS Yang Mabuk
Kolombia Sita 19 Juta Dolar Amerika Yang Palsu
Obama akan Serukan Pembebasan Suu Kyi di Forum KTT ASEAN
AS Tuduh Iran Langgar Embargo Senjata PBB
AS, PBB Serukan Kedua Korea Tahan Diri dalam Insiden Angkatan Laut
Bom Mobil Tewaskan 24 Orang di Pakistan Barat Laut
Obama akan Bicarakan Isu HAM dalam Kunjungan ke Tiongkok
Amerika akan Kirim Utusan ke Korea Utara
NATO dan Polisi Afghanistan Sita 250 Ton Bahan Pembuat Bom
Kanselir Jerman: Gorbachev Pencetus Runtuhnya Tembok Berlin
Obama: Sulit Bagi Iran Putuskan Soal Nuklir
Jepang Janjikan 5 Milyar Dolar Bantuan Baru untuk Afghanistan
Utusan Perancis Bertemu dengan Menlu Korea Utara
Gempa Bumi Guncang Kepulauan Nicobar India
Menlu Clinton Desak Hamid Karzai Perangi Korupsi
Tiongkok Hukum Mati Sembilan Pelaku Kerusuhan di Xinjiang