Teks Saja
Cari

 
Demokrat Menolak Rencana Bush untuk Meningkatkan Pasukan Amerika di Irak

11/01/2007

President Bush
Presiden Bush
Para tokoh mayoritas, golongan Demokrat, di Kongres Amerika menolak rencana Presiden Bush untuk meningkatkan pasukan Amerika di Irak, dengan mengatakan sudah waktunya untuk memulai penarikan pasukan Amerika.

Senator Dick Durbin berbicara atas nama partainya, partai Demokrat, Rabu malam memberi reaksi yang disiarkan televise atas pidato Presiden Bush  mengenai strategi barunya di Irak. Durbin mengatakan 20 ribu pasukan tambahan untuk Irak adalah terlalu sedikit untuk menghentikan perang saudara dan risiko nyawa yang terlalu besar setelah 3 ribu tentara Amerika tewas. Ia mengatakan dalam tahun ke-4 perang itu sudah waktunya bagi Irak untuk membela negara mereka dan membubarkan milisi dan satuan-satuan pembunuh.

Sebelumnya hari Rabu, pemimpin minoritas, golongan Republik, dalam DPR, John Boehner, mengatakan rencana Presiden itu adalah peluang terbaik untuk meraih kemenangan di Irak dan itulah yang dikehendaki dan diharapkan rakyat Amerika.  Tetapi, beberapa senator dari partai Presiden Bush menentang penambahan pasukan.  Senator dari partai Republik, Norm Coleman, mengatakan ini akan menempatkan lebih banyak pasukan Amerika di tengah-tengah kekerasan antar golongan agama.

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Terkait
High-Tech US Navy Ship to Help with Search for Indonesian Plane
Indonesian Ship Rescues 14 Survivors of Sunken Ferry
 
  Berita Utama
Ribuan Orang di Istanbul Protes Kekerasan di Xinjiang

  Berita Lainnya
Jaksa Agung AS Pertimbangkan Penyelidikan atas Praktek Penyiksaan Tahanan
PM Israel Desak Presiden Palestina agar Mulai Kembali Perundingan
Dua Tentara AS Tewas di Afghanistan Selatan
Semakin Banyak Kontroversi Seputar Praktek Intelijen AS
Lima Warga Iran yang Sempat Ditahan AS di Irak Kembali ke Iran
Paus Desak Honduras agar Usahakan Demokrasi dan Perdamaian
Presiden Tersingkir Honduras Berkunjung ke Washington
Republik Kongo Adakan Pemilu, Oposisi Serukan Boikot
Obama Tiba Kembali di AS
Obama Akhiri Kunjungan di Ghana dengan Lawatan ke Bekas Pusat Perbudakan