Tampilan Standar

VOANews.com
News in 44 languages


 
Demokrat Menolak Rencana Bush untuk Meningkatkan Pasukan Amerika di Irak

11/01/2007

Presiden Bush
Para tokoh mayoritas, golongan Demokrat, di Kongres Amerika menolak rencana Presiden Bush untuk meningkatkan pasukan Amerika di Irak, dengan mengatakan sudah waktunya untuk memulai penarikan pasukan Amerika.

Senator Dick Durbin berbicara atas nama partainya, partai Demokrat, Rabu malam memberi reaksi yang disiarkan televise atas pidato Presiden Bush  mengenai strategi barunya di Irak. Durbin mengatakan 20 ribu pasukan tambahan untuk Irak adalah terlalu sedikit untuk menghentikan perang saudara dan risiko nyawa yang terlalu besar setelah 3 ribu tentara Amerika tewas. Ia mengatakan dalam tahun ke-4 perang itu sudah waktunya bagi Irak untuk membela negara mereka dan membubarkan milisi dan satuan-satuan pembunuh.

Sebelumnya hari Rabu, pemimpin minoritas, golongan Republik, dalam DPR, John Boehner, mengatakan rencana Presiden itu adalah peluang terbaik untuk meraih kemenangan di Irak dan itulah yang dikehendaki dan diharapkan rakyat Amerika.  Tetapi, beberapa senator dari partai Presiden Bush menentang penambahan pasukan.  Senator dari partai Republik, Norm Coleman, mengatakan ini akan menempatkan lebih banyak pasukan Amerika di tengah-tengah kekerasan antar golongan agama.

Berita Utama
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban

Berita Lainnya
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi
Taylor Swift Menangkan 5 Penghargaan Musik Amerika
Tentara Pakistan Tewaskan Lebih Dari 30 Militan di Barat Laut
Korban Kecelakaan Kapal Ferry di Selat Malaka Capai 29 Orang
Korban Kecelakaan Tambang Batubara Tiongkok Capai 92 Orang
Iran Latihan Perang untuk Atasi Kemungkinan Serangan atas Fasilitas Nuklirnya