Teks Saja
Cari

 
Pemimpin Dunia dan Pengunjuk Rasa Desak Penutupan Kamp Tahanan di Guantanamo

12/01/2007

In this Dec. 6, 2006 photo, reviewed by US Department of Defense, soldiers escort a shackled detainee to a trailer for hearings, at Camp Delta, Cuba 
Dunia mendesak kamp tahanan di Guantanamo, Kuba untuk segera ditutup

Para pemuka dan pemrotes di seluruh dunia meminta rumah tahanan Amerika di Teluk Guantanamo, Kuba, ditutup. Permintaan ini dikeluarkan lima tahun setelah tahanan pertama dari perang melawan teror tiba di sana.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon nengatakan hari Kamis bahwa ia berpendapat kamp tahanan itu harus ditutup. Presiden Russia Vladimir Putin menyebut Guantanamo situasi menyedihkan.

Kelompok serta aktivis hak asasi manusia menyelenggarakan rapat protes di Inggris, Australia, dan Kuba terhadap penahanan tanpa batas waktu atas tersangka teroris di kamp tahanan itu.

Kelompok Amnesty International memelopori demonstrasi di Kedutaan Amerika di London. Kepala kelompok ini Irene Khan menyebut Teluk Guantanamo pelecehan terhadap keadilan. Pemerintah Amerika mengatakan dewasa ini ada 395 orang yang ditahan di Teluk Guantanamo.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak
  Berita Terkait
High-Tech US Navy Ship to Help with Search for Indonesian Plane
Indonesian Ship Rescues 14 Survivors of Sunken Ferry
 
  Berita Utama
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil

  Berita Lainnya
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi