Tampilan Standar

VOANews.com
News in 44 languages


 
Human Rights Watch Kritik Pelanggaran HAM di Dunia dan Penyiksaan Tawanan AS

12/01/2007

Pelanggaran HAM di Darfur, Sudan yang tak kunjung berhenti
Laporan tahunan kelompok hak asasi manusia Human Rights Watch hari Kamis memberi gambaran suram pada kondisi hak asasi manusia di seluruh dunia dan menonjolkan kecaman terhadap Amerika. Kelompok yang berkedudukan di New York ini mengatakan Amerika tidak lagi dipandang selaku pembela hak asasi manusia yang kredibel akibat perlakuan kerasnya terhadap tersangka teroris.

Kelompok HRW mendesak Uni Eropa untuk mengisi kekosongan pimpinan pembela hak asasi manusia. Namun kelompok mengatakan kebijakan Uni Eropa bahwa kelompok itu baru bertindak kalau sudah ada konsensus membuatnya tidak bisa se-efektif sebagaimana seharusnya.

Seterusnya laporan menyatakan keadaan hak asasi manusia di Cina dan Rusia terus memburuk dan pemerintah kedua negara merangkul tiran sebagai cara untuk memperbesar pengaruh mereka. Kelompok Human Rights Watch kemudian mengatakan krisis yang paling mencekam dewasa ini adalah di Darfur, Sudan, dan PBB hanya menelurkan tumpukan resolusi yang tidak dilaksanakan.

 

Berita Terkait
Human Rights Watch World Report Criticizes US on Torture
ICRC Concerned About Plight of Civilians in Somalia
US Senate Judiciary Committee Examines Privacy Issues
 
Berita Utama
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban

Berita Lainnya
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi
Taylor Swift Menangkan 5 Penghargaan Musik Amerika
Tentara Pakistan Tewaskan Lebih Dari 30 Militan di Barat Laut
Korban Kecelakaan Kapal Ferry di Selat Malaka Capai 29 Orang
Korban Kecelakaan Tambang Batubara Tiongkok Capai 92 Orang
Iran Latihan Perang untuk Atasi Kemungkinan Serangan atas Fasilitas Nuklirnya