Teks Saja
Cari

 
Pilot dan Co-Pilot Garuda Bertengkar Sebelum Kecelakaan di Yogyakarta Bulan Lalu

01/04/2007

Rescue crews carry body from wreckage, 7 Mar. 2007
Pesawat Garuda yang naas
Seorang penyidik senior Indonesia mengatakan pilot dan ko-pilot pesawat jet penumpang Garuda Airlines bertengkar beberapa saat sebelum pesawat itu mengalami kecelakaan bulan lalu, yang menewaskan 21 orang.

Dalam wawancara dengan Nine Network Australia, ketua tim penyidik Tatang Kurniadi mengatakan, dia khawatir pilot yang tidak terpusat perhatiannya menjadi penyebab kecelakaan itu. Pesawat Indonesia itu meledak terbakar tanggal 7 Maret setelah melampaui ujung landas pacu dan mendarat di sawah bersama 140 orang di dalamnya.

Para penumpang mengatakan pesawat itu mendarat jauh lebih cepat dari biasa dan terantuk-antuk sepanjang landasan. Para pilot yang terbang bersama untuk pertama kalinya itu mengatakan angin kencang mempengaruhi pendaratan mereka.

Rekaman pembicaraan di kokpit pesawat telah dikirim ke Amerika Serikat untuk dianalisis dengan harapan dapat membantu menjelaskan penyebab kecelakaan itu.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
Downdraft Cited as Factor in Deadly Indonesian Crash
Indonesian President Orders Investigation of Fiery Plane Crash
 
  Berita Utama
Presiden Obama Beri Pengampunan Kepada Kalkun Korban Thanksgiving

  Berita Lainnya
Para Donor Kumpulkan Dana Untuk Korban Siklon Nargis Di Birma
Presiden Amerika Umumkan Kebijakan Afghanistan Hari Selasa
Israel Umumkan Pembekuan Sebagian Pembangunan Pemukiman Di Tepi Barat
Pemimpin Korut Katakan Hubungan Dengan Tiongkok Tidak Terpatahkan
Israel dan Turki Tingkatkan Hubungan
Presiden Iran di Venezuela
Obama: Kemitraan AS-India  Besar dan Meningkat
AS Dukung Pemilihan Presiden di Honduras
Pesawat Antariksa “Atlantis”  Berangkat ke Bumi
Obama Bersiap-Siap untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan yang Pertama
Pelosi Sampaikan Terimakasih kepada India karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-Satunya Pilihan Korea Utara