Tampilan Standar

VOANews.com
News in 44 languages


 
Penghitungan Suara Hasil Pemilu Legislatif Dimulai di Timor Timur

01/07/2007

Suasana antrian pemilu di Dili
Penghitungan suara dimulai hari Minggu ini di Timor Timur setelah pemilu legislatif penting yang dapat membantu menyembuhkan perpecahan setelah setahun kekerasan antar faksi.

Pemilu hari Sabtu di bekas jajahan Portugal itu relatif damai. Para kandidat dari 14 partai bersaing memperebutkan kursi parlemen beranggota 65 orang. Persaingan utama terjadi antara Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor Timur atau CNRT yang baru dibentuk oleh mantan Presiden Xanana Gusmao, dan partai Fretilin yang memerintah.

Para pejabat, baik dari partai Fretilin maupun CNRT, meramalkan akan memenangkan lebih dari separuh suara.

Pemenang pemilu itu akan menghadapi tantangan berat. Negara muda dan miskin itu didera kemiskinan parah, dengan hampir 50 persen pengangguran dan masalah keamanan.

Tahun lalu, setelah hampir sepertiga tentara dipecat, Timor Timur terjerumus ke dalam kekerasan ketika pertengkaran pecah di antara pasukan keamanan yang bersaing dan kelompok-kelompok preman.

Berita Terkait
Relative Peace as Polls Close in East Timor Parliamentary Elections
East Timorese Vote for New Parliament
Pemilih di Timor Timur Berikan Suara Dalam Pemilu Anggota Parlemen
 
Berita Utama
Obama Bersiap-Siap Untuk Jamuan Makan Malam Kenegaraan Yang Pertama

Berita Lainnya
Pelosi Sampaikan Terimakasih Kepada India Karena Terima Dalai Lama
Pemimpin Iran Berkunjung ke Bolivia
Rusia: Perundingan Nuklir Satu-satunya Pilihan Korea Utara
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Menunda Pemilu Nasional
Obama Puji Hubungan AS-India Dan Akan Berkunjung Ke India Tahun Depan
Perselisihan Anggota Parlemen Irak Bisa Tunda Pemilu Nasional
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US