Teks Saja
Search

 
Cina Hukum Mati Mantan Direktur Pengawas Obat Karena Korupsi

10/07/2007

Zheng Xiaoyu, is seen in a meeting of the Chinese People's Political Consultative Conference (CPPCC) in Beijing in this March 4, 2003 photo<br />
Zheng Xiaoyu
Cina telah mengeksekusi direktur badan pengawas obat dan pangan negara itu karena korupsi.

Menurut kantor berita Cina Xinhua, Zheng Xiaoyu dihukum mati Selasa pagi.

Ia telah didapati bersalah karena menerima uang suap dari berbagai perusahaan farmasetuetikal untuk mengizinkan ratusan obat. Banyak di antara obat-obat itu di bawah standar dan dalam beberapa kasus, mematikan.

Seorang jurubicara untuk Badan Pengawas Obat dan Pangan Cina hari ini mengakui bahwa Cina perlu memperketat pengawasan atas pangan dan obat yang diproduksinya.

Ia mengatakan Cina terlambat memulai program pengawasannya dan bahwa fondasi proses ini lemah. Ia mengatakan pemerintah sekarang menerapkan rencana lima tahun untuk mengurangi secara signifikan masalah-masalah terkait produk buatan Cina selambat-lambatnya tahun 2010.

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
China Admits Executing Former Food Safety Chief
China Widens Definition of Bribery to Combat Graft
Global Business Leaders Pledge to Be Socially Responsible
 
  Berita Utama
Pemimpin Korut: Pyongyang Bertekad Wujutkan Korea Bebas Nuklir

  Berita Lainnya
Perancis Bela Keputusan Jual Kapal Perang Kepada Rusia
Pesawat Endeavor Diluncurkan Dari Florida Menuju Stasiun Antariksa
Presidan Venezuela Menyatakan “Keadaan Darurat Listrik”
Pria Haiti Masih Hidup Setelah Hampir Sebulan Dibawah Reruntuhan
Polisi Srilanka Tangkap Jenderal Sarath Fonseka
Iran Bangun Sistem Pertahanan Udara
Masih Simpang Siur, Alasan Penangkapan Jenderal Fonseka
Dokter Michael Jackson Resmi Dikenai Tuduhan Kriminal
Amerika dan Perancis Bahas Sanksi Baru terhadap Iran
Lembaga Bantuan Lakukan Vaksinasi bagi Korban Gempa Haiti
Thailand Gelar Pasukan Keamanan Jelang Keputusan Tentang Thaksin
Yanukovich Mengaku Menang Pemilu Ukraina, Tymoshenko Tidak Mengakui Kalah
Costa Rica Pilih Presiden Wanita Pertama
Pemerintahan Federal Tutup di Washington Menyusul Badai Salju