Teks Saja
Search

 
Putin: Rusia Tidak akan Mengarahkan Misilnya ke Negara Lain kecuali Terpaksa

14/02/2008

Russian President Vladimir Putin speaks at his final annual news conference in Moscow, 14 Feb 2008
Russian President Vladimir Putin
Presiden Rusia, Vladimir Putin kembali memperingatkan bahwa misil Rusia akan diarahkan ke Ukraina, Republik Ceko dan Polandia jika negar itu mengijinkan fasilitas misil pertahanan Amerika Serikat digelar di dalam perbatasan mereka.

Berbicara dalam jumpa pers tahunannya sebelum meletakkan jabatan pada bulan Mei, Putin juga mengatakan bahwa Rusia tidak merencanakan konflik dengan barat dan tidak akan mengarahkan misilnya ke negara lain kecuali terpaksa.

Putin, yang berdasarkan konstitusi dilarang mencalonkan diri lagi sebagai presiden, mengatakan dia tidak ragu-ragu untuk menjadi perdana mentri dibawah presiden yang akan datang. Dia mengatakan presiden menentukan tujuan utama negara tapi pemerintahan yang dikepalai perdana mentri, memegang kekuasaan eksekutif tertinggi di negara itu. 

Calon yang dipilih Putin untuk menggantikannya, Dmitry Medvedev, memiliki dukungan besar dalam jajak pendapat menjelang pemilu tanggal 2 Maret.

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Utama
Rumah Sakit Angkatan Darat di Fort Hood Dengarkan Kesaksian Tersangka

  Berita Lainnya
Sri Lanka Akan Bebaskan Pengungsi Perang Tamil
4 Luka-Luka Akibat Serangan Roket di Kabul
Sarung Tangan Michael Jackson Terjual 350,000 dolar
Demokrat Menangkan Voting Penting dalam Debat Layanan Kesehatan
PM India Berkunjung ke Amerika
Hotel Mewah Nyaris Jadi Sasaran Serangan Militan Taliban
Pengadilan terhadap Mayor Nidal Hasan  Dimulai
Iran Gelar Latihan Militer Untuk Lindungi Situs Nuklirnya
AS akan Ketatkan Bantuan bagi Afghanistan untuk Atasi Anti Korupsi
31 Tewas, 82 Terperangkap dalam Ledakan Pertambangan di Tiongkok
Washington Post: Surat-menyurat antara Penembak Fort Hood dan Ulama Radikal “Gencar”
Ledakan Dekat Kantor Bantuan Lukai Satu Orang di Pakistan Baratlaut
Obama: Perdagangan dengan Asia Penting bagi Pemulihan Ekonomi AS