Teks Saja
Search

 
Organisasi HAM Rilis Foto-Foto Korban Tewas Protes di Tibet

18/03/2008

One of the photos released by Tibetan Center for Human Rights and Democracy
Foto korban penembakan oleh polisi Cina yang dirilis organisasi HAM
Berbagai organisasi HAM telah merilis foto-foto orang Tibet yang dikatakan ditembak dan dibunuh oleh pasukan keamanan di provinsi Sichuan, Cina barat. Pusat HAM dan Demokrasi Tibet, berbasis di India dan berbagai organisasi aktivis lainnya, hari Selasa mengatakan setidaknya 15 orang terbunuh ketika polisi menumpas demonstrasi yang dipimpin para biksu di Ngaba.

Pusat HAM dan Demokrasi itu serta pemerintah Tibet dipengasingan berbasis di India melaporkan tentang demonstrasi pro-demokrasi lagi di Qinghai, Gansu dan Sichuan hari Selasa dan di Daerah Otonomi Tibet. Laporan-laporan mengenai insiden itu tidak diberitakan dalam media Cina dan pihak berwenang Cina tidak mengizinkan wartawan asing mengkonfirmasi rincian aksi protes itu.

Pemerintah dipengasingan itu mengatakan setidaknya 99 orang terbunuh dalam keresahan sepekan ini, termasuk 19 orang Tibet yang ditembak mati oleh pasukan keamanan hari Selasa dalam berbagai aksi-demo yang baru di provinsi Gansu.

Sementara itu, organisasi hak media internasional, Reporter Without Borders, mendesak pejabat-pejabat politik supaya memboikot upacara pembukaan Olimpiade Beijing untuk memprotes penumpasan para demonstran oleh Cina di Tibet.

A man lies injured in the street during street protests, in Lhasa, Tibet, 14 Mar 2008
Korban protes di Lhasa, Tibet (14/3)
Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Selasa, organsiasi berbasis di Paris itu menuduh Cina memungkiri janji yang dibuatnya ketika negara itu dipilih menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas. Pada waktu itu, pejabat-pejabat di Beijing berjanji untuk memperbaiki keadaan HAM.

Sebaliknya, kata organisasi itu, Cina menumpas demonstran Tibet, memberlakukan “blackout” berita dan memenjarakan para disiden. Seorang anggota tertinggi parlemen Eropa hari Selasa menganjurkan para pemimpin politik supaya mempertimbangkan untuk memboikot upacara pembukaan jika kekerasan di Tibet berlanjut.

Di Washington, seorang pejabat tinggi Departemen Luar Negeri memberitahu Kongres bahwa tidak ada ancaman boikot dari pihak Amerika. Pejabat itu mengatakan Olimpiade adalah kesempatan bagi Cina untuk menunjukkan kemajuannya di bidang HAM dan berbagai isu lain.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
Dalai Lama akan Meletakkan Jabatan Jika Kerusuhan Semakin Memburuk
PM Inggris Desak Cina Batasi Diri Dalam Tangani Protes di Tibet
Ma Ying-jeou Mengutuk Beijing atas Penindakan Terhadap Demonstrasi Protes di Tibet
Rights Groups Release Photos of Tibetans Allegedly Killed by Chinese Police
Debate Intensifies on Boycott of Beijing Olympics Over Tibet Crackdown
 
  Berita Utama
Polisi Inggris Bersedia Bayar Ganti Rugi untuk Penembakan Seorang Pria Brazil

  Berita Lainnya
Filipina Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Terjadinya Pembantaian Bermotif Politik
Tiongkok Eksekusi Dua Orang dalam Skandal Susu yang Tercemar
Thailand Berlakukan UU Keamanan Keras Jelang Demonstrasi
Clinton Berhati-hati Soal Perundingan Damai dengan Taliban
Iran Tidak Menentang Pengiriman Uranium ke Luar Iran
Pakistan Tewaskan 18 Militan
PM India Melawat US
Rumah Warga Amerika di Aceh di Tembaki
SBY Minta Polisi Hentikan Kasus KPK
Media : Microsoft Dekati Newscorp Tinggalkan Google
PM India Tiba di Amerika dalam Kunjungan Kenegaraan
Presiden Iran Kunjungi Brazil
Australia Selidiki Kerusuhan di Pusat Penahanan Imigrasi