Teks Saja
Search

 
Rusia Tahan Dua Orang Tersangka Lakukan Mata-Mata Industri

20/03/2008

Kremlin
Kremlin
Berita-berita dari Rusia dan Barat mengatakan agen-agen keamanan di Moscow telah menahan dua orang yang mempunyai kewarga-negaraan rangkap Amerika dan Rusia dengan tuduhan melakukan mata-mata industri.

Kantor-kantor berita mengutip Dinas Keamanan Federal, bekas KGB, yang mengatakan dua orang yang ditahan itu adalah bersaudara dengan nama keluarga “Zaslavsky.”

Sebuah pernyataan FSB mengatakan salah seorang dari dua orang itu mempunyai kaitan dengan pemerintah Inggris. Dikatakan mereka keduanya secara tidak syah mengumpulkan informasi komersial rahasia untuk sejumlah perusahaan minyak dan gas alam asing yang mempunyai bisnis di Rusia.

Agen-agen Rusia hari Rabu menggerebek kantor-kantor perusahaan minyak gabungan Inggris-Rusia, TNK-BP di Moscow.

 

emailme.gif E-mail artikel ini kepada teman
printerfriendly.gif Versi Cetak

  Berita Terkait
10 NATO Countries Back Georgian, Ukrainian Aspirations for Alliance Entry
US Assures Russia It Is Not Targeted by Missile System
Bush Backs Georgia's Bid for NATO Membership
 
  Berita Utama
Obama akan Serukan Pembebasan Suu Kyi di Forum KTT ASEAN

  Berita Lainnya
AS Tuduh Iran Langgar Embargo Senjata PBB
AS, PBB Serukan Kedua Korea Tahan Diri dalam Insiden Angkatan Laut
Bom Mobil Tewaskan 24 Orang di Pakistan Barat Laut
Obama akan Bicarakan Isu HAM dalam Kunjungan ke Tiongkok
Amerika akan Kirim Utusan ke Korea Utara
NATO dan Polisi Afghanistan Sita 250 Ton Bahan Pembuat Bom
Obama Beri Penghormatan bagi Korban Penembakan di Fort Hood
Mantan PM Thailand Thaksin Tiba di Kamboja
Maois Nepal Rintangi Jalan Raya Menuju Kathmandu
Angkatan Laut Korea Utara dan Selatan Tembak-Menembak
PM Israel Netanyahu Bertemu Presiden Obama di Washington
Kanselir Jerman: Gorbachev Pencetus Runtuhnya Tembok Berlin
Obama: Sulit Bagi Iran Putuskan Soal Nuklir
Jepang Janjikan 5 Milyar Dolar Bantuan Baru untuk Afghanistan
Utusan Perancis Bertemu dengan Menlu Korea Utara
Gempa Bumi Guncang Kepulauan Nicobar India
Menlu Clinton Desak Hamid Karzai Perangi Korupsi
Tiongkok Hukum Mati Sembilan Pelaku Kerusuhan di Xinjiang